BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINE

Lahirnya Serigala Sumsel, 7000 Anggota Bukan Untuk Rivalitas

×

Lahirnya Serigala Sumsel, 7000 Anggota Bukan Untuk Rivalitas

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pergerakan suporter sepak bola di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Komunitas pendukung bernama Serigala Sumsel resmi hadir dan mulai menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan akar rumput yang berupaya menyatukan basis pecinta sepak bola daerah dalam satu barisan dukungan, Minggu (25/1/2026).

Komunitas ini muncul di tengah kerinduan publik terhadap kebangkitan sepak bola Sumsel, seiring hadirnya Sumsel United yang kini berlaga di Liga 2 Indonesia.

Serigala Sumsel menempatkan diri bukan sekadar sebagai kelompok pendukung, melainkan sebagai wadah konsolidasi energi suporter yang selama ini tersebar dan belum terorganisir.

Dewan Pembina Serigala Sumsel, Suparman Rohman, memandang kehadiran Sumsel United sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali gairah sepak bola daerah yang sempat meredup, akibat prestasi klub-klub lokal dalam beberapa tahun terakhir.

“Minat masyarakat terhadap sepak bola di Sumsel sangat besar. Kehadiran Sumsel United menyalurkan antusiasme itu, meski kami juga prihatin dengan kondisi prestasi klub-klub kebanggaan daerah,” ujarnya.

Meski baru terbentuk sekitar satu bulan dan aktif dalam dua pekan terakhir, Serigala Sumsel berkembang pesat. Soliditas struktur pengurus dan militansi anggota menjadi fondasi utama yang mempercepat pertumbuhan komunitas ini.

Sebagai bentuk konsolidasi awal, Serigala Sumsel sempat merancang dukungan langsung ke stadion saat laga Sumsel United menghadapi Sriwijaya FC yang berakhir dengan skor 5-0. Namun, setelah melalui pertimbangan matang, dukungan dialihkan ke kegiatan nonton bareng (nobar) di Gedung KNPI Sumsel, Sabtu (24/1/2026), yang berlangsung semarak dan penuh antusiasme.

Ketua Umum Serigala Sumsel, Ramon, menegaskan bahwa komunitas ini dibentuk dengan orientasi jangka panjang demi kemajuan sepak bola Sumsel, khususnya dalam memperkuat mental dan semangat juang Sumsel United di kompetisi.

“Sumsel United butuh dukungan suporter yang benar-benar memberi spirit. Target kami jelas, mendorong klub ini berprestasi dan mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia,” tegas Ramon.

Di sisi lain, Serigala Sumsel juga mengambil posisi inklusif dengan membuka ruang dukungan bagi klub-klub Sumsel lainnya, termasuk Sriwijaya FC.

Dukungan tersebut akan dilakukan secara terkoordinasi, baik melalui kehadiran langsung di stadion maupun agenda nobar, dengan tetap menjunjung etika antar-suporter.

Komunitas ini memasang target ambisius bagi Sumsel United untuk finis di dua besar klasemen akhir sebagai jalan menuju promosi ke Liga 1. Bagi Serigala Sumsel, suporter memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan diri pemain di lapangan.

“Di sinilah tugas kami sebagai suporter, memberikan dukungan penuh, menunjukkan militansi, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai masyarakat Sumsel yang memiliki klub dengan masa depan,” ujar Parman.

Hingga kini, Serigala Sumsel telah menghimpun sekitar 7.000 anggota dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas pengemudi daring. Basis suporter ini tersebar di Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Lahat, Pagar Alam hingga Kota Tanggerang.

Komunitas Serigala Sumsel terbuka bagi masyarakat luas. Proses bergabung dibuat sederhana dengan syarat utama memiliki kecintaan terhadap sepak bola Sumsel dan melakukan registrasi administrasi melalui admin komunitas.

“Kami ini saudara. Masyarakat Sumsel akan memberikan yang terbaik untuk sepak bola Sumsel,” pungkas Ramon.