MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Langit Kapuas Hulu kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan. Di tengah kondisi darurat itu, Pasukan Merha TBBR DPD Kabupaten Kapuas Hulu memilih turun ke jalan.
Sebanyak 1000 masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat, terkhusus di Kota Putussibau ibukota kabupaten Kapuas Hulu.
Aksi kemanusiaan ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan organisasi terhadap dampak buruk karhutla yang melanda Kalimantan Barat.
Mulai dari pengendara motor, pedagang kaki lima, hingga warga yang beraktivitas di luar rumah menjadi sasaran pembagian. Para anggota Pasukan Merah dengan sigap menghampiri warga sambil mengedukasi pentingnya memakai masker.
Ketua Pasukan Merah TBBR DPD Kapuas Hulu, Melki Belulux memimpin langsung kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, aksi ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi kabut asap yang saat ini melanda Kapuas Hulu. Kesehatan masyarakat harus jadi prioritas. Karena itu kami bergerak membagikan 1000 masker ini,” ujar Melki Belulux.
Ia juga mengimbau seluruh warga agar tidak menyepelekan dampak asap.
“Jika bepergian keluar rumah wajiblah menggunakan masker. Ini untuk melindungi saluran pernapasan kita dari polusi dan asap yang sangat berbahaya,” lanjutnya.
Selain membagikan masker, Melki juga menyampaikan pesan penting mencegah lebih baik daripada mengobati.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu untuk menanamkan rasa kepedulian dan tidak melakukan pembakaran lahan.
“Mari kita bersama-sama menanamkan rasa kepedulian serta mencegah bersama karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Jangan sampai niat kecil kita justru berdampak besar bagi orang banyak,” ajaknya.
Melki juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang saat ini berada di garis depan memadamkan api.
“Saya tahu saat ini seluruh stakeholder sedang bekerja keras menanggulangi masalah kabut asap ini. TNI, POLRI bersama lembaga instansi terkait lainnya sedang bekerja keras untuk memadamkan titik api penyebab kabut asap parah ini,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat juga ikut mengambil peran.
“Mari kita seluruh masyarakat juga mendukung, salah satunya dengan pola aktivitas yang baik. Kurangi aktivitas di luar rumah saat asap tebal dan jangan melakukan pembakaran,” pesannya.
Di akhir kegiatan, Ketua Pasukan Merah menyampaikan doa dan harapan.
“Semoga kabut asap ini segera berakhir dan alam bumi Kalimantan dapat segera pulih secara perlahan. Oksigen yang baik juga kembali pulih, sehingga anak cucu kita bisa kembali menghirup udara bersih,” pungkas Melki Belulux. (*)














