MATTANEWS.CO, Tapanuli Selatan (Sumatera Utara) – Tim Relawan Nasional Penanggulangan Bencana (RNPB) Laznas LMI terus memperluas respons kemanusiaan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatera. Di tengah kondisi tanggap darurat, tim RNPB memfokuskan penyaluran bantuan pada pemenuhan kebutuhan dasar penyintas serta menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses.

Relawan RNPB Laznas LMI, Irfan menjelaskan bahwa kondisi akses jalan di Sumatera Barat sebagian besar masih dapat dijangkau melalui jalur darat dari Kota Padang. Adapun tantangan utama di wilayah tersebut adalah masih adanya desa dan dusun yang hingga kini kesulitan bahkan belum memiliki akses listrik dan air bersih.
“Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Batu Busuk, sekitar 30 menit dari Padang. Tim relawan RNPB yang merupakan warga lokal sudah merespons sejak awal tanggap darurat. Namun, sejak tanggal 10 Desember akses jalan dan jembatan terputus sehingga wilayah tersebut terisolasi. Ada sekitar tiga RT terdampak di lokasi itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa timnya yang terdiri dari empat personil relawan berpindah ke Sumatera Utara setelah satu pekan melakukan operasi kemanusiaan di Sumatera Barat. Berangkat dari Medan, tim RNPB menempuh perjalanan 27 jam untuk sampai di Kecamatan Batang Toru.
Jarak tempuh ini tidak menyurutkan semangat para relawan karena mereka bertekad untuk menembus wilayah-wilayah yang susah terjangkau demi meratanya bantuan.
“Akses ke sini susah karena banyak jalan dan jembatan terputus. Kondisi medan yang berat juga sempat membuat ban mobil kami bocor. Beberapa kali mobil terjebak di lumpur sehingga kami harus mendorongnya.
Bahkan, di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru kendaraan tidak bisa masuk sehingga penyaluran bantuan hanya bisa dengan jalan kaki,” ujar Irfan menjelaskan kondisi akses di wilayah terdampak bencana.
Di desa tersebut terdapat sekitar 29 rumah warga yang terdampak. Rumah-rumah tersebut berada di bantaran sungai dan dinilai tidak aman untuk kembali ditempati.
“Jadi saat ini para penyintas mendirikan pondok sederhana di area perkebunan karet. Mereka membangun tempat tinggal sementara dari sisa kayu dan seng rumah mereka yang masih bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Irfan menyebut bahwa bantuan yang mereka salurkan berupa bantuan pendukung untuk dapur umum yang sudah tersedia. “Jika di lokasi sudah ada dapur umum, kami menambahkan kebutuhan seperti beras, minyak, dan peralatan makan. Kami juga mendirikan dapur air yang menyediakan air minum, teh, kopi, termos, dan gelas yang sangat dibutuhkan masyarakat terutama pada malam hari,” ujarnya.
Tak hanya itu, tim RNPB juga menyediakan kabel dan terpal untuk membantu pendirian tenda pengungsian. Di sisi lain, mereka juga melakukan kegiatan edukasi kepada anak-anak melalui lantunan lagu. Di antaranya seperti mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, larangan menebang pohon sembarangan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi longsor.
Irfan menambahkan bahwa selain penyaluran bantuan yang telah dilakukan, masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak dan tantangan jangka panjang yang dihadapi para penyintas di lokasi terdampak. “Dari apa yang kami lihat di lapangan, kebutuhan makanan saat ini masih mencukupi. Namun untuk selimut, alas tidur, dan air minum masih sangat dibutuhkan. Untuk jangka panjang, hunian menjadi persoalan utama bagi para penyintas,” jelasnya.
Terakhir, ia juga menyoroti harapan warga untuk bangkit pascabencana melalui dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. “Saudara-saudara kita para penyintas memiliki harapan besar untuk bangkit. Dukungan dari berbagai pihak sangat berarti untuk membantu mereka kembali menata kehidupan,” pungkasnya.
Operasi kemanusiaan ini merupakan bagian dari respons serentak Laznas LMI di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dimulai sejak 2 Desember dan masih berlanjut hingga Status Tanggap Darurat Bencana berakhir.
Di saat yang sama, LMI juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut membantu pemulihan saudara-saudara kita di Sumatera melalui donasi di Infak.in. Setiap dukungan sangat berarti untuk meringankan beban para penyintas.














