MATTANEWS.CO, MUARA ENIM – Lembaga Pemerhati Situasi Terkini (PST) melakukan aksi terkait dugaan suap yang melibatkan oknum DPRD Muara Enim yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejati Sumsel beberapa waktu lalu.
Ketua Lembaga PST, Dian HS menyebutkan, pembangunan 15 gapura yang dikerjakan oleh Dinas Perkimtan melalui kontraktor asal-asalan.
Menurut Dian HS, pembangunan 15 paket Gapura senilai Rp400 juta dengan material dari Besi Hollow dilapisi PVC tidak masuk akal.
“Pengadaan langsung penunjukkan langsung, sebanyak 15 paket bentuknya begini semua,” ujarnya sambil menunjukkan foto kepada petugas Kejari Muari Enim.
Dian HS menduga kontraktor pelaksana adalah orang yang diduga memberikan suap kepada anggota DPRD Muara Enim bersama anaknya yang terjaring OTT.
“Diduga proyek ini rekanan dari anak bupati, anggota DPRD Fraksi Golkar,” ucapnya saat orasi, Rabu (18/2/2026).














