MATTANEWS.CO, JAMBI – Aksi penganiayaan kembali menerpa para wartawan di Indonesia. Kali ini dialami oleh dua orang wartawan, yang bekerja di Kabupaten Bungo Jambi.
Kedua pewarta berita tersebut yaitu Taufik, wartawan kontributor TV One dan Yadi, wartawan Jambi One.
Penganiyanaan tersebut terjadi, saat mereka meliput di salah satu SPBU di Jalan Lingkar Dusun Sungai Mengkuang Kecamatan Rimbo Tengah, Sabtu (29/5/2021), sekitar pukul 17.45 WIB.
Mereka melakukan liputan investigasi, terkait dugaan tindakan ilegal yang dilakukan oknum di SPBU tersebut.
Informasi yang dihimpun, dua orang wartawan tersebut mendapatkan informasi dari masyarakan, jika di SPBU tersebut terjadi kegiatan pelangsir BBB jenis Solar bersubsidi.
Tak tanggung-tanggung, kabarnya pelangsir di SPBU tersebut menggunakan truk dan ada tangki di dalam truk tersebut.
“Kejadiannya itu menjelang magrib, ada sebuah mobil truk yang berisikan tanki minyak sedang melangsir minyak solar bersubsidi di sana. Taufik dan Yadi langsung mengambil gambar dan video,” ujar Iwan, salah satu wartawan, Minggu (30/5/2021).
Tak berapa lama kemudian, kedua wartawan tersebut langsung diserang oleh sekelompok pelangsir tersebut.
Peralatan kerja berupa ponsel dan kamera handy cam, direbut paksa oleh para rombongan pelansir tersebut. Bahkan, foto dan video rekaman dihapus, serta ponsel dan memori card-nya dibuang.
Para petugas SPBU langsung memisahkan mereka, dan membawa kedua wartawan tersebut ke dalam ruangan.
Kini kedua wartawan tersebut, tengah terbaring di IGD RSUD Hanafie Muara Bungo. Keduanya mendapatkan luka di bagian pelipis mata dan memar di sebagian tubuh.
Terpisah, Edi selaku Manager SBPU 23.372.13 saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihak SPBU hanya menyelamatkan oknum wartawan, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
“Yang ngeroyok itu rombongan sopir pelansir. Kami cuma menyelamatkan saja,” ungkapnya.
Dirinya juga merasa heran terhadap para wartawan tersebut, karena tidak ada koordinasi dengan pihak managemen SPBU, untuk peliputan.
“Padahal mereka dari pagi duduk di warung depan pom ini. Bahkan mereka main domino sambil minum kopi di sini samo kami. Seharusnya mereka ngomong baik-baik, kan enak. Ini tiba-tiba langsung ambil foto dan video, makanya dikejar oleh rombongan pelansir,” katanya.















