BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Lorong Mulia I Tidak Aman, Pejabat Pemerintah Terkesan Tidak Peduli

×

Lorong Mulia I Tidak Aman, Pejabat Pemerintah Terkesan Tidak Peduli

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pasca pencurian puluhan suku emas yang menimpa Rully, di Lorong Mulia I, Kelurahan Talang Bubuk Kecamatan Plaju, kini lokasi tersebut terkesan tak lagi aman. Anehnya, oknum pejabat setempat seperti RT dan RW-nya terkesan tutup mata dan tidak peduli, Senin (13/10/2025).

“Saya sangat menyayangkan tindakan pemerintah setempat, seperti RT dan RW itu. Jangankan ikut berpartisipasi membantu, peduli dan simpati dengan warga pun tidak. Padahal, jika hendak ke masjid, selalu melintasi rumah korban, yang kebetulan korbannya keponakan saya sendiri,” papar Suharti (59).

Suharti menjelaskan, korban kehilangan emas yang nilainya tidak main-main, senilai Rp 300 juta. Terlebih lagi waktunya di siang bolong.

“Saya tahu benar, keponakan saya (korban _red) menabung mengumpulkan emas dari usia muda, sedikit demi sedikit dikumpulkannya. Sekitar 20 tahun dia mengumpulkan emas tersebut, kini musnah seketika. Alhamdullilah, satu dari empat pelakunya tertangkap. Saya harap mereka yang belum tertangkap itu, menyusul,” ujarnya.

Suharti menjelaskan, semestinya perangkat pemerintahan dapat mencari jalan keluar atas keamana dan ketidaknyamanan kampung.

“Harusnya Ketua RT dan RW memberikan himbauan kepada warga atau setidaknya memiliki rasa empati terhadap korban. Ini semuanya terkesan tidak perduli,” tuturnya.

Senada diungkapkan Budiati (53). Hanya saja, RW 04 SM sibuk mengurusi kebun dari pada keamanan kampung.

“Pak RW di tempat kami lebih mengurusi kebun PKK, yang letaknya persis dibelakang rumah saya, dari pada keresahan warganya. Berkebun juga malah justru menimbulkan banyak nyamuk,” terangnya.

Sementara, korban pencurian emas, Rully berharap kampungnya kembali aman. Warga bersama RT dan RW setempat bersama-sama bersatu menjaga keamanan kampung.

“Agar warga bersama pemerintah setempat menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga kampung. Tujuannya untuk keamanan dan kenyamanan tinggal dan beraktivitas di dalam dan sekitar kampung,” harapnya.

Menanggapi keresahan warga itu, tidak ditampik Lurah Kelurahan Talang Bubuk Kecamatan Plaju, Desi Anna. Kurangnya koordinasi Ketua RT dan RW membuat situasi kampung ruwet.

“Saya sudah mengetahui pencurian emas itu, apalagi kejadiannya viral. Kurangnya koordinasi antara RT dan RW, merupakan salah satu penyebab tidak terciptanya keamanan dan kenyamanan warga. Dari itu, Senin saya undang mereka untuk rapat membahas masalah ini. Disana ada poskamling, nanti akan kita aktifkan kembali, mengajak Babinkamtibmas, Babinsa, pihak terkait untuk pengamanan. Selain itu, imbauan kepada warga juga akan kita galakkan untuk meminimalisir tindakan kejahatan,” pungkasnya.