Reporter: Janes (CR)
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Meskipun lulusan dari Fakultas Ekonomi, tak menyurutkan Juhanda Apryanto atau yang biasa disapa Aan, untuk memulai bisnis di dunia pertanian.
Sejak 10 tahun lebih, Aan bersama satu temannya, memulai berbisnis kompos.
Kini, dengan bermodal pengalamannya itu, Aan, sudah ada gudang penjualan yang beralamat di Jalan Masjid Kenten, No. 211. RT 04, RW 02, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang,
Menurutnya, kompos sangat dibutuhkan, walaupun pemerintah belum terlalu memperhatikan pupuk yang ramah lingkungan.
“Awalnya, saya hanya belajar otodidak bersama teman saya,” katanya saat di wawancari di gudang penjualan. Senin (11/1/2021).
Selain itu, kemudian Aan belajar ke orang yang sudah mengerti tentang pupuk organik. bagi beliau, pupuk organik ini sangat ramah lingkungan dan murah.
Aan juga mengutarakan bahwa mereka memproduksi tiga jenis pupuk kompos yakni, pupuk kompos kotoran kambing, sapi, dan kompos yang berbentuk butiran.
Kemudian ada 2 jenis media tanam yaitu, media tanam khusus tanaman hias bunga. Dan, khusus tanaman buah.
“Dengan permentasi 15 lebih mikroba, membuat pupuk kami lebih unggul. salah satunya trichoderma. Yang merupakan ciri khas dari kompos kami,” ujarnya.
Aan juga menjelaskan, kesadaran masyarakat meningkat sejak 2 tahun lalu untuk menggunakan pupuk organik. Selama masa pandemi covid-19, penjualan Aan justru meningkat. Bahkan pemerintah juga sudah buka mata, untuk menggunakan pupuk organik.
Aan juga menjelaskan, bahwa penjualan pupuknya sudah merambah di seluruh wilayah Sumsel. Bahkan sudah sampai ke wilayah Provinsi Jambi, Bengkulu. Dan, terbanyak ke Bangka Belitung, bahkan ada dari perusahaan swasta.
“Dalam sebulan kita bisa menjual sebanyak 50 ton, dengan keuntungan 15 juta rupiah,” tutup Aan.
Editor: Fly














