Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Menanggapi banyaknya gorong-gorong yang menguap jika banjir melanda, Lurah Srijaya, Sri Sudarini, terus memantau situasi. Meski sosialisasi terus dilakukan, namun pihaknya masih tetap menunggu anggaran dari dinas PUPR serta laporan aktif dari masyarakat, Jumat (07/02/2020).
“Setiap saluran Daerah Aliran Sungai (DAS) masih selalu kita pantau. Spanduk-Spanduk sudah kita pasang untuk menghimbau warga, agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Lurah Srijaya, Sri Sudarini, ketika dibincangi di ruang kerjanya.
Dikatakan Sri, beberapa kegiatan normalisasi aliran DAS masih sering dilakukan.
“Sedikitnya setahun bisa satu sampai dua kali normalisasi dilakukan. Semua tergantung anggaran dari dinas PUPR serta laporan aktif dari masyarakat. Selain itu, beberapa kegiatan pemeliharaan juga aktif dilakukan, melalui program gotong royong. Jadi jika masyarakat di depan atau sekitar rumahnya ada aliran sungai, maka wajib dilakukan pembersihan,” ujarnya.
Sementara, salah satu warga Jalan Gotong Royong RT 35 RW 10 Kelurahan Srijaya, mengatakan parit yang ada di sekitaran kampungnya tidak terlalu aktif.
“Beberapa waktu lalu memang sudah dilakukan pembersihan, namun itu sudah cukup lama sekali. Nah, sekarang jika hujan sebentar saja, parit ini menguap ke jalan dan akibatnya banjir. Kemungkinan besar dangkal,” ujar Aris, saat dibincangi wartawan di lokasi.
Editor : Selfy














