Mahasiswa Laporkan KONI Kota Blitar ke Kejari, Terkait Apa?

  • Whatsapp
Front Mahasiswa Revolusioner (FMR) Blitar Jawa Timur (Jatim), melaporkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar (Robby / Mattanews.co)
Front Mahasiswa Revolusioner (FMR) Blitar Jawa Timur (Jatim), melaporkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar (Robby / Mattanews.co)

 

MATTANEWS.CO, BLITAR – Front Mahasiswa Revolusioner (FMR) Blitar Jawa Timur (Jatim), melaporkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, Senin (7/6/2021).

Bacaan Lainnya

Pelaporan tersebut, terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar di 2019 lalu. Dengan total dana hibah mencapai Rp7,4 miliar.

Koordinator FMR Fachrul Iga Taufik mengatakan, ada beberapa kegiatan cabang olahraga di KONI Blitar, yang sejak beberapa tahun yang lalu dibekukan.

“Walau kegiatannya sudah beku, ada serapan anggaran yang terus berjalan untuk cabor tertentu,” ucapnya, usai melaporkan KONI Blitar di Kantor Kejari Blitar, Senin (7/6/2021).

Ia mencontohkan, untuk pencak silat di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kegiatan cabor tersebut sudah dibekukan sejak 2017 lalu. Tidak hanya KONI, PSSI Blitar juga dinilainya menyalahi aturan.

Sebab selama tahun 2020 lalu, cabor tersebut menyerap anggaran maksimal, namun tidak ada kompetisi yang bergulir.

“Cabang-cabang olahraga inilah, yang kami sayangkan. Seperti IPSI dan sepakbola, ada anggaranya tetapi tidak ada kegiatannya, bahkan kompetisi liga juga tidak berjalan,” ungkapnya.

FMR yang merupakan sel kerja dari Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) tersebut, melaporkan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan di KONI Blitar.

Dalam pelaporan itu, FMR juga membawa 5 lembar berkas, yang menjadi bukti laporan ke Kejari Blitar.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua (Waka) KONI Blitar Heru Puji membenarkan, ada beberapa cabor yang dibekukan. KONI Blitar membekukan cabor IPSI karena tidak ada kepengurusannya.

“IPSI itu SK-nya sudah mati, KONI sudah dua kali mengirim surat ke IPSI, untuk segera re-organisasi. Itu setahu saya,” ujarnya.

Heru menjelaskan, dana hibah yang ada di KONI langsung ditransfer ke rekening cabor masing-masing. Cabor bisa menyerap anggaran, meski tidak ada kompetisi yang bergulir karena pandemi Covid-19.

Untuk menyerap anggaran ini, lanjut Heru, setiap pengurus cabor wajib memiliki bukti serapan. Ia mencontohkan, anggaran dapat diserap untuk kegiatan latihan mandiri, ataupun untuk membeli peralatan.

“Harus ada bukti siapa yang menerima peralatan dan barang ini,” katanya.

Heru menegaskan, bahwa ia tidak banyak mengetahui kegiatan yang dilakukan di KONI Blitar sebelum akhir tahun 2020. Sebab ia baru banyak dilibatkan mulai bulan November 2020.

Bahkan beberapa kali rapat kecil yang sesuai nomenklatur harus ada ketua, wakil ketua, sekertaris, dan bendahara, ia pun tidak banyak dilibatkan.

Untuk PSSI, Heru mengatakan bahwa kemungkinan bisa untuk menyerap anggaran. Meski tidak ada kompetisi, anggaran bisa dilihat alihkan ke kegiatan lain. Untuk pengalihan dana hibah tersebut, harus mengajukan ke Wali Kota (Wako) Blitar dan sepengetahuan KONI Blitar.

“Kalau sepengetahuan saya, kemarin ada permintaan untuk pengalihan anggaran ke pemusatan latihan kota (puslakot), untuk persiapan Porprov Jatim. Coba saja ada tidak suratnya, kalau benar itu tidak ada suratnya, berarti ada penyimpanan, laporkan saja,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait