MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad ke-8 Majelis Taklim Muslimah An-Najah yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Sabtu (20/9/2025).
Sedikitnya 600 jamaah hadir memadati pendopo, menciptakan lautan hijau-kuning dari hijab yang dikenakan para muslimah peserta acara.
Acara yang dihadiri langsung oleh Ibu Bupati Tulungagung, Dra. Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo, ini berlangsung meriah dengan penuh nuansa religius. Turut hadir Ibu Yuyun Ahmad Baharudin, istri Wakil Bupati Tulungagung, jajaran Forkopimda, dan Ibu Sekda Tulungagung.
Dalam sambutannya, Ibu Endang yang juga Penasihat Majelis Taklim Muslimah An-Najah, mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan majelis ini.
“Dulu majelis ini hanya beranggotakan 7 orang. Alhamdulillah, kini berkembang pesat menjadi 460 anggota aktif. Mari kita beri apresiasi kepada Ketua Majelis Taklim Muslimah An-Najah, Umi Abidah, yang telah membawa majelis ini semakin maju,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah jamaah.
Momen Edukasi dan Syiar Islam
Ibu Endang menegaskan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai media edukasi dan syiar Islam.
Ia menjelaskan, peringatan Maulid memiliki empat makna penting:
1. Menghormati dan mengenang Rasulullah SAW sebagai pembawa risalah Islam yang membawa manusia dari zaman jahiliyah menuju cahaya kebenaran.
2. Mengenalkan keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya kepada generasi muda, agar memahami ajaran Islam yang benar dan berakhlak mulia.
3. Menguatkan rasa cinta (mahabbah) kepada Rasulullah melalui pembacaan shalawat dan sirah Nabi.
4. Mempererat ukhuwah (persaudaraan) antar umat Islam melalui kegiatan bersama.
“Dengan memahami sejarah perjuangan Rasulullah, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyimpang. Maulid Nabi adalah momentum untuk meneladani akhlak beliau dan memperkuat cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.
Door Prize hingga Pemotongan Tumpeng
Pengajian ini juga mendengarkan tausiyah dari Ibu Nyai Hana Pengasuh Ponpes Al Baqoroh Kediri. Selain itu juga diwarnai dengan pembagian ratusan door prize yang menambah semangat jamaah. Tak hanya itu, acara diawali dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai tanda syukur atas Milad ke-8 Majelis Taklim Muslimah An-Najah.
Selain itu, doa khusus dipanjatkan agar Kabupaten Tulungagung senantiasa aman, damai, dan sejahtera, dengan masyarakat yang selalu hidup rukun dan guyub.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan memperkuat ikatan persaudaraan di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.
Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan sekaligus kemeriahan, menjadi bukti nyata bahwa majelis taklim bukan hanya tempat pengajian, tetapi juga pusat pembinaan akhlak, syiar Islam, dan persatuan umat.














