BERITA TERKINI

Makna Ibu Menyapu, Bapak Ngucuri Air di Boyongan Rumdis Wabup Tulungagung

×

Makna Ibu Menyapu, Bapak Ngucuri Air di Boyongan Rumdis Wabup Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Tulungagung H.Gatut Sunu Wibowo, S.E., bersama Istri saat mengikuti prosesi boyongan rumah dinas, Selasa (16/11) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Wakil Bupati Tulungagung H.Gatut Sunu Wibowo, S.E., resmi boyongan menempati Rumah dinas (Rumdis) pada Rabu Pahing 17 November 2021.

Boyongan Rumdis tersebut memang sudah dipersiapkan dahulu dengan mengikuti tradisi adat Jawa.

“Jadi begini, makna pindah rumah tersebut sebenarnya berkenalan dengan seluruh isi alam yang berada disitu baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan,” kata Ketua Panitia Saiful Anam kepada awak media di Rumdis Wabup, Selasa (16/11/2021).

Ia menjelaskan dalam pindah rumah menempati Rumdis memang sudah dipersiapkan sejak awal mengikuti tradisi adat Jawa, dan dipastikan pada Rabu Pahing.

Wakil Bupati beserta istri kompak berbusana adat Jawa dengan warna merah. Keduanya mengikuti prosesi tahap demi tahap yang diarahkan oleh pemandu dalam berbahasa Jawa.

“Ada nyapu ada kucur (sirami dengan air didalam kendi.red), yang maknanya orang hidup itu harus mengutamakan bersih lahir dan batin,” terangnya.

“Setelah itu dikucuri dengan air biar kemudian hari tumbuh dan dari apa yang ditanam, artinya menanam kebaikan didalam kebersihan kemudian tumbuh kebaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Saiful Anam memaparkan, filosofi dari seorang ibu menyapu, sedangkan bapak yang ngucuri air memiliki makna begitu dalam.

“Maknanya, suami-istri harus berbagi tugas. Tidak boleh suami itu tidak memperhatikan tugas istri, begitu juga sebaliknya,” paparnya.

“Sedangkan simbol dari bantal dan tikar tersebut, menandakan beralihnya tempat rumah,” tandasnya.