MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Bergulirnya kasus dugaan manipulasi dan pemalsuan dokumen surat rekomendasi perpanjangan Rektor UMP (Universitas Muhammadiyah Palembang) yang dilakukan BPH UMP, turut ditanggapi mantan mahasiswanya, Firdaus Hasbulah, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, jabatan perpanjangan Rektor UMP dapat menyebabkan konsentrasi kekuasaan berlebihan
pada satu individu, sehingga dapat mempengaruhi independensi dan objektivitas dalam pengambilan keputusan.
“Ada beberapa pandangan terkait perpanjangan jabatan rektor itu, terlebih lagi beliau sudah dua periode, masa jabatan dan sudah diperpanjang satu kali,” urainya.
Dijelaskan Firdaus Hasbulah, seperti diketahui UMP ini milik persyarikatan, bukan milik perusahaan pribadi.
“Pentingnya regenerasi kepemimpinan sangatlah berpengaruh dalam institusi pendidikan, guna memastikan adanya kesegaran dan ide-ide baru yang dapat membawa kemajuan bagi institusi tersebut. Nah, dengan kejadian ini dapat menghambat regenerasi kepemimpinan dan mengurangi kesempatan bagi pemimpin muda untuk berkembang,” urainya.
Firdaus Hasbulah menjabarkan, perpanjangan jabatan Rektor itu sah-sah saja, tapi itu harus memenuhi kriteria yang jelas dan transparan, apakah layak atau tidak di perpanjang.
“Kriteria yang djmaksud, harus berdasarkan pada kinerja dan kontribusi nyata bagi institusi, bukan malah sebaliknya tidak ada kemajuan. Selain itu, harus juga sesuai dengan aturan – aturan dan kaidah yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah, serta prosedur yang jelas dan benar,” paparnya.
Kendati kriteria terpenuhi dan PP Muhammadiyah sudah sepakat, lanjut Firdaus Hasbulah, tidak perlu lagi diperdebatkan.
“Tinggal rektor yang diperpanjang masa jabatannya, dapatkah beliau merasionalkan kembali kepada semua pihak agar tidak ada perpecahan dan tidak cacat hukum, jangan karena satu pokok permasalahan jadi menciderai nama baik Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya.














