MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Masjid Adhari Hamsah di Kecamatan Sako, Palembang, kian mengukuhkan posisinya sebagai contoh masjid berbasis wakaf yang dikelola secara berkelanjutan dan modern. Hal itu terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat saat peringatan malam Nisfu Sya’ban, Senin malam (02/02/2026), yang dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar.
Antusiasme jamaah tidak hanya mencerminkan semangat beribadah menjelang Ramadan, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan masjid ini dalam membangun kepercayaan publik melalui program keagamaan yang konsisten dan terbuka. Dalam waktu satu tahun sejak berdiri, Masjid Adhari Hamsah berhasil menjelma menjadi pusat aktivitas keislaman dan sosial masyarakat.
Wakil Ketua Pengurus Harian Masjid Adhari Hamsah, Muhammad Saipul Anwar, menyebutkan bahwa masjid ini lahir dari semangat wakaf dan amal jariyah keluarga besar Aidil Adhari, yang sejak awal diniatkan untuk memberi manfaat jangka panjang bagi umat.
“Masjid ini dibangun di atas tanah wakaf keluarga dan diniatkan sebagai amal jariyah untuk orang tua kami yang telah wafat. Sejak awal, pengelolaannya kami arahkan agar masjid tidak hanya berdiri megah, tetapi benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam peringatan Nisfu Sya’ban tersebut, pengurus masjid menghadirkan rangkaian ibadah dan tausiyah yang dikemas sederhana namun bermakna. Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi satu tahun perjalanan Masjid Adhari Hamsah dalam membangun kultur ibadah dan kebersamaan umat.
Ketua Bidang Imarah Masjid Adhari Hamsah, Ustaz Ahmad Bukhori, menilai keberadaan masjid yang aktif dan terkelola dengan baik menjadi kebutuhan penting masyarakat urban saat ini.
“Masjid harus hadir sebagai ruang yang menenangkan, membina, dan menguatkan umat. Konsistensi kegiatan adalah kunci agar jamaah merasa memiliki dan terlibat,” jelasnya.
Masjid Adhari Hamsah dikenal rutin menggelar berbagai kegiatan, seperti zikir taubat, Ratib Samman, Ratibul Haddad setiap Ahad Subuh, serta majelis ilmu dan kuliah subuh di akhir pekan. Pola kegiatan yang berkesinambungan ini dinilai mampu menjaga denyut kehidupan masjid sepanjang waktu, tidak hanya ramai pada momen-momen tertentu.
Dewan Pembina Masjid Adhari Hamsah, Nora Melinda, SH, MH, menegaskan bahwa masjid berbasis wakaf harus dikelola dengan visi jangka panjang agar manfaatnya terus mengalir.
“Masjid ini adalah contoh bagaimana niat amal jariyah dipadukan dengan pengelolaan yang visioner. Dampaknya bukan hanya pada aspek ibadah, tetapi juga pembinaan akhlak dan penguatan solidaritas sosial,” katanya.
Sementara itu, Dewan Pengawas Masjid Adhari Hamsah, Andre Macab, SH, MH, CHRM, CMSP, menyoroti pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan masjid agar kepercayaan jamaah tetap terjaga.
“Masjid modern harus dikelola secara amanah, transparan, dan berorientasi pelayanan umat. Jika itu dijaga, masjid akan tumbuh menjadi pusat syiar Islam yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Peringatan malam Nisfu Sya’ban di Masjid Adhari Hamsah bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, melainkan penanda tumbuhnya sebuah masjid wakaf yang berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan investasi spiritual jangka panjang bagi masyarakat Palembang, khususnya dalam menyongsong bulan suci Ramadan.(*)














