BERITA TERKINI

Membuat Miniatur Pesawat, Pemuda Asal Ciamis Bertekad Harumkan Kota Asal dengan Produknya

×

Membuat Miniatur Pesawat, Pemuda Asal Ciamis Bertekad Harumkan Kota Asal dengan Produknya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Pasca pandemi Covid-19 pada tahun 2019, remaja berusia 21 tahun, Arul Ismail yang tinggal di Dusun Tonggoh RT/RW 07/02 Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, putus kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Tasikmalaya.

Di usia yang masih terbilang cukup muda, Arul memiliki jiwa yang penuh dengan semangat. Karena di usia sebayanya saat ini banyak anak muda yang lebih memilih bermain game online, namun menurutnya itu hanya buang-buang waktu saja.

Semenjak putus kuliah, Arul mulai mengembangkan hobby atau bakat terpendam yaitu mulai membuat kerajinan seperti lampu-lampu hias yang terbuat dari paralon.

Usai memproduksi lampu hias yang banyak, Arul mulai bingung bagaimana memasarkan produknya. Dia hanya menjual lampu-lampu hias tersebut kepada ibu-ibu yang ada di daerahnya. Artinya penjualan hanya di sektor lokal saja.

Terbesit dalam pikiran Arul untuk menambah kerajinan yang lain dan bisa dipasarkan sampai ke luar kota, untuk itu ia mulai membuat kerajinan berupa minatur Bus. Seperti Bus Budiman dan Bus Pariwisata dari bahan triplek.

Miniatur bus tersebut dibandrol dengan harga 1,5 juta per item.

“Karena semenjak kecil suka dengan Bus, akhirnya saya terpikirkan untuk bikin minatur bus,” kata Arul kepada Mattanews.co Kamis (9/9/2021).

Untuk memasarkan miniatur bus, Arul memasang di Market palace Facebook. Melalui iklan di media sosial, dia mendapatkan pesanan dari berbagai daerah sehingga bisa menjual produknya ke luar kota.

Tidak berhenti di pembuatan minatur bus, awal tahun 2021, Arul mulai membuat kerajinan baru yaitu miniatur pesawat terbang.

Hingga saat ini ia sudah menghasilkan 15 unit miniatur pesawat terbang dengan berbagai ukuran.

“Pertama produksi pesawat, saya coba buat 3 unit dulu untuk sampel, ternyata langsung laku,” ucapnya.

Untuk penjualan miniatur pesawat terbang, Arul sudah menjual ke beberapa daerah seperti Wonosobo, Surabaya dan Jakarta. Dan di lokal sendiri dia sudah memasarkan ke beberapa daerah di Kabupaten Ciamis seperti Cikoneng, Lakbok, Ciamis Kota dan Nasol.

“Untuk harga sendiri tergantung ukuran, kalau yang 30 cm harganya 120 ribu dan yang besar ukuran 40 cm dibandrol 150 ribu,” jelasnya.

Selama produksi sampai pemasaran, hanya dikerjakan sendiri oleh Arul. Untuk mencapai cita-cita setinggi langit, ia bertekad menekuni pekerjaannya yang ia jadikan hobi.

Selain itu, ia bertekad mengharumkan Kota Ciamis dengan produknya. Harapannya, ia mampu memasarkan produknya tidak hanya di Indonesia saja, akan tetapi juga ke mancanegara.

“Saya berharap, ke depan bisa membuat workshop dan produksi lebih besar. Untuk pemasaran semoga ada pihak-pihak luar yang membantu seperti pemerintahan dan dinas-dinas terkait untuk memajukan pelaku-pelaku UMKM di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.