MATTANEWS.CO, CIAMIS – Menjaga warisan budaya bukan hanya soal mempertahankan tradisi masa lalu, tetapi juga bagaimana memastikan nilai-nilai luhur di dalamnya tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Semangat itulah yang diangkat dalam seminar bertajuk “Menjaga Ngikis, Merawat Warisan Budaya: Pelestarian Upacara Adat Ngikis di Karangkamulyan”. Jum’at (06/11/2026)
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, agar lebih mengenal dan peduli terhadap tradisi budaya yang tumbuh di Kabupaten Ciamis.
Seminar tersebut dipimpin oleh Dr. Rezza Fauzi Muhammad Fahmi, M.Hum., selaku ketua pelaksana. Sejumlah tokoh, akademisi, dan pegiat budaya turut hadir sebagai pemateri untuk membahas pentingnya menjaga keberadaan upacara adat Ngikis di Karangkamulyan.
Adapun pemateri yang dihadirkan yakni Raden Ega Al Kautsar, Ketua Karang Taruna sekaligus penggiat budaya; Dr. Dian Budiana, M.Si., selaku Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga; Randy Fadilah Gustaman, M.Pd., akademisi; serta Dr. H. Rospia Brata, Drs., M.Si., Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis.
Melalui diskusi tersebut, para pemateri memberikan pandangan dari berbagai sudut mengenai pentingnya upacara adat Ngikis. Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan sejarah dan filosofi tradisi, tetapi juga bagaimana budaya tersebut bisa terus dipertahankan di tengah perubahan zaman.
Ngikis bukan sekadar kegiatan adat yang dilaksanakan secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, kearifan lokal, dan identitas budaya masyarakat yang menjadi bagian penting dari perjalanan kebudayaan di Karangkamulyan.
Karena itu, pelestarian tradisi Ngikis membutuhkan perhatian bersama. Bukan hanya pemerintah atau tokoh budaya, tetapi juga masyarakat dan generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus warisan tersebut.
Ketua pelaksana, Dr. Rezza Fauzi Muhammad Fahmi, M.Hum., melalui kegiatan ini menghadirkan ruang pertemuan bagi para akademisi, pegiat budaya, pemerintah, dan masyarakat untuk saling bertukar gagasan mengenai masa depan tradisi Ngikis.
Seminar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya tidak cukup hanya dikenang atau dibicarakan. Perlu ada langkah nyata agar tradisi tetap dikenal, dipahami, dan dijalankan oleh generasi berikutnya.
Terlebih di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan budaya lokal menghadapi tantangan tersendiri. Jika tidak diperkenalkan dan diwariskan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin generasi muda semakin jauh dari tradisi daerahnya sendiri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upacara adat Ngikis semakin mendapat perhatian dan dikenal lebih luas sebagai salah satu kekayaan budaya Kabupaten Ciamis.
Sebab, merawat budaya bukan hanya menjaga peninggalan leluhur, tetapi juga menjaga jati diri dan identitas daerah. Menjaga Ngikis berarti menjaga sejarah, merawat warisan, dan memastikan tradisi leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.














