NUSANTARA

Menuju New Normal, Pemda SBB Diminta Perhatikan Lembaga Pendidikan Keagamaan

×

Menuju New Normal, Pemda SBB Diminta Perhatikan Lembaga Pendidikan Keagamaan

Sebarkan artikel ini

Reporter : Fitrah

MALUKU,Mattanews.co – Sekretaris PKB DPRD SBB, Eko Budiono, mendukung rencana penerapan New Normal di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ekonomi produktif dan aman Covid-19 dengan tetap pada protokoler kesehatan Covid-19.

Selain itu, Eko Budiono, juga meminta Pemda SBB, dalam hal ini Bupati Moh Yasin Payapo, agar dapat pula memberikan perhatian serius, kepada lembaga pendidikan keagamaan, pesantren dan sekolah minggu yang ada di Kabupaten SBB.

“Taman-taman pengajian, harus pula menjadi perhatian serius Pemda SBB dalam penerapan pemberlakuan new normal life,” kata Eko, Selasa (9/06/2020).

“Sebab, ada aset terbesar yang mana soal pembinaan akhlak terhadap anak – anak kita di seantero Bumi Saka Mese Nusa tercinta.” pinta Eko.

Pemberian vitamin bagi anak – anak, sambung Eko, sangat penting pula, namun sampai hari ini Pemda SBB hanya terfokus pada pemberian bantuan sembako dan pembagian masker, sehingga lupa akan anak – anak, dan ibu hamil dalam pemberian asupan gizi dan vitaminnya.

“Belum lagi anak – anak yatim, mereka juga butuh perhatian serius dari pemda SBB apalagi sudah diberlakukan New Normal Life di kabupaten SBB,” jelas Eko.

Selain SBB menuju tatanan kehidupan baru dari beberapa sektor yakni pariwisata, hotel dan lainnya. Pemda SBB harus pula segera lakukan new normal, untuk tempat-tempat  peribadatan yang ada di kabupaten SBB.

Sebab disana banyak doa-doa yang bisa di panjatkan demi keselamatan bangsa dan negara, dan secara khusus keselamatan masyarakat Saka Mese Nusa agar terhindar dari virus mematikan tersebut.

Dan yang terpenting adalah sosialisasi harus terlaksana secara merata, agar tidak ada persepsi yang berbeda tentang apa itu new normal.

“Hal ini juga menjadi perhatian serius dan tanggung jawab bersama, begitulah pula dengan pemerintah daerah kabupaten SBB, mulai dari pemerintah tingkat kabupaten sampai ke dusun – dusun yang ada di Kabupaten SBB,” ucap Eko.

Lanjut Eko, para medis sebagai garda terdepan harus dilibatkan pula, untuk bergerak memberikan sosialisasi ke masyarakat, dengan turun langsung bersama perangkat-perangkat desa yang ada,

Dan tunjangan bagi tenaga medis, yang sudah dikucurkan Pemerintah Pusat melalui Menteri Keuangan jangan sampai terabaikan.

“Sekali lagi saya ingatkan, Pemda SBB jangan abaikan haknya tenaga medis, apalagi SBB akan menuju tatanan kehidupan baru, dan tenaga para medis masih dibutuhkan sebagai garda terdepan untuk perangi Covid-19,” tutup Eko.

Editor : Fly