BeritaBERITA TERKININUSANTARASeni dan Budaya

Merawat Adat, Menyemai Identitas: Ribuan Warga Tumpah Ruah di Festival Langgam Nagari Tanjung Alam

×

Merawat Adat, Menyemai Identitas: Ribuan Warga Tumpah Ruah di Festival Langgam Nagari Tanjung Alam

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Langit cerah menaungi Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, saat ribuan orang memadati jalan-jalan utama untuk menyaksikan perhelatan budaya yang sarat makna: Festival Langgam Nagari Tanjung Alam. Bertajuk “Mamaliharo nan Ado, Manjapuik nan Tingga”, festival ini menjadi momen kebangkitan adat dan budaya Minangkabau yang mengakar kuat di tanah kelahiran para intelektual Minang ini.

Digelar atas inisiatif Balai Nagari Tanjung Alam bersama masyarakat, baik yang tinggal di kampung halaman maupun di perantauan, festival ini menyuguhkan puncak acara yang memikat: Pawai Seribu Katidiang Saok, sebuah arak-arakan kolosal yang menggambarkan kearifan lokal dan filosofi adat yang hidup sejak dahulu kala.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM, secara resmi membuka acara tersebut. Turut hadir Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, SE, MM, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, tokoh masyarakat, perantau, dan pemuka adat setempat seperti Wali Nagari Tanjung Alam Kadiman Dt. Simarajo Nan Kayo serta Ketua KAN D. Dt. Sinaro Gunuang.

Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat Tanjung Alam. Ia menyebut festival ini sebagai salah satu bentuk konkret pelestarian budaya yang tak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga menjadi potensi wisata budaya yang layak dikembangkan.

“Event ini luar biasa. Bukan hanya dari segi jumlah pengunjung yang membludak, tapi juga dari nilai budaya yang diangkat. Pawai Seribu Katidiang Saok berhasil memukau penonton dengan narasi sejarah dan gerak kolosal yang menggetarkan,” ujar Eka Putra.

Ia berharap, Festival Langgam Nagari bisa menjadi agenda tahunan yang lebih megah ke depannya. Terlebih, kata dia, Tanjung Alam memiliki figur penting seperti Ketua DPRD yang berasal dari nagari tersebut, sehingga sinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa makin erat.

Sementara itu, Kadiman Dt. Simarajo Nan Kayo, Wali Nagari Tanjung Alam, menegaskan bahwa festival ini lahir dari semangat kolektif anak nagari yang ingin merawat akar budayanya sendiri.

“Atas nama pemerintahan nagari, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen, baik yang di ranah maupun di rantau. Ini adalah hasil kerja keras bersama,” ungkapnya.

Festival ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami warisan leluhur, sekaligus panggung ekspresi budaya yang menyatukan warga lintas usia dan profesi. Tradisi Katidiang Saok yang dihidupkan kembali menjadi simbol dari upaya mempertahankan adat di tengah arus modernisasi yang kian deras.

Dengan gemuruh tepuk tangan penonton dan semangat warga yang tak surut hingga senja, Festival Langgam Nagari Tanjung Alam 2025 menorehkan jejak penting: bahwa adat dan budaya bukan hanya masa lalu yang dikenang, tetapi masa depan yang mesti diperjuangkan.