MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Di balik hamparan tambak dan rimbunnya bakau yang selama ini tumbuh alami, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan sebuah mimpi besar: menjadikan kawasan mangrove sebagai destinasi ekowisata baru yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Langkah awal menuju mimpi itu kini mulai nyata. Pemkab Sidoarjo berencana menata kawasan wisata mangrove di Kecamatan Sedati, tepatnya di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi. Kawasan pesisir ini dipilih sebagai titik awal pengembangan karena kekayaan ekosistem bakau yang masih terjaga serta potensinya sebagai ruang edukasi dan wisata alam.
Akses menjadi kunci utama. Sebuah jalan sepanjang 2,5 kilometer dari jalan utama akan ditingkatkan untuk membuka jalur menuju kawasan wisata tersebut. Jalan ini direncanakan memiliki lebar hingga 25 meter, memudahkan wisatawan dan masyarakat menjangkau kawasan mangrove di ujung timur Sidoarjo. Namun, sebagian trase jalan tersebut melintasi lahan milik TNI Angkatan Laut.
Keseriusan Pemkab Sidoarjo terlihat saat Bupati H. Subandi mendatangi Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya, Kamis (8/1/2026). Didampingi jajaran kepala OPD terkait, bupati melakukan koordinasi langsung mengenai pemanfaatan sebagian lahan TNI AL untuk kepentingan akses jalan menuju kawasan wisata mangrove.
“Rencana kami nanti ada wisata mangrove di wilayah timur. Yang kami butuhkan hanya sekitar 20 kali 120 meter lahan TNI AL untuk akses jalan,” ujar Subandi di hadapan jajaran pejabat Kodaeral V.
Gayung bersambut, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pengembangan kawasan mangrove sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan pesisir, asalkan dibicarakan secara teknis dan berkelanjutan. Ia pun membuka ruang koordinasi lanjutan melalui Aslog Kodaeral V.
Di balik pembangunan jalan dan koordinasi lintas instansi, tersimpan rencana jangka panjang yang lebih ambisius. Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo, M. Bachruni Aryawan, mengungkapkan bahwa kawasan wisata mangrove tidak hanya berhenti di Sedati. Ke depan, penataan akan diperluas menyusuri pesisir selatan Sidoarjo, dari Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon.
“Panjangnya mencapai 33 kilometer, dengan kawasan mangrove membentang selebar kurang lebih satu kilometer. Sebuah bentang alam hijau yang diharapkan menjadi paru-paru pesisir, benteng alami dari abrasi, sekaligus magnet wisata baru”, ucapnya.
Jika rencana ini terwujud, Sidoarjo tak hanya dikenal sebagai daerah industri dan perikanan, tetapi juga sebagai rumah bagi ekowisata mangrove yang menyatukan alam, edukasi, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dari jalan yang kini mulai dirintis, sebuah destinasi masa depan perlahan sedang dibangun.














