PENDIDIKAN

Miris, Baru Cair Kepsek Mengaku Dana BOS Hampir Habis

×

Miris, Baru Cair Kepsek Mengaku Dana BOS Hampir Habis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

MATTANEWS.CO, OGAN ILIR – Pemerintah telah menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD/SMP Tahap III Tahun 2022, ke rekening masing-masing satuan pendidikan pada akhir Oktober ini.

Namun miris dan lucu ada oknum kepala sekolah (kepsek) di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir ini mengaku dana operasional sekolahnya sudah hampir habis.

Kepala SDN 12 Kecamatan Tanjung Batu, SA mengaku dana operasional sekolahnya hampir habis untuk membayar bon dan berbagai keperluan sekolah lainnya.

“Seperti belanja buku termasuk biaya-biaya lainnya, pengelolaan dana BOS sekarang ini “dikendalikan orang atas” kami cuma menurut perintah,” ujarnya, saat ditemui awak media, belum lama ini.

Sementara SI, salah seorang guru SDN tersebut mengakui statement pimpinannya itu. Menurutnya, setelah mendengar cerita buk SA ternyata menjadi kepsek cuma memikul “bongkok” orang saja.

“Kepsek itu mesti mapan secara ekonomi, karena selama dana BOS belum cair harus siap keluar uang pribadi untuk membiayai seluruh keperluan sekolah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tanjung Batu, Romi Kurniawan menjelaskan, mungkin selama September-Oktober SD tersebut ada bon ATK dan lain-lain.

“Kalau belanja buku setahu saya tak sama, karena menyesuaikan jumlah peserta didik setiap sekolah. Untuk menutupi kekurangan atau mengganti buku yang rusak atau hilang,” jelasnya.

Lanjutnya, terkait pemberian dana BOS kepada guru PNS bisa dianggarkan. Seperti transport kegiatan KKG, pelatihan dan lain-lain. Namun tidak terlalu besar karena cuma sebatas transport.

“Kalau ada kepala sekolah mengatakan dana BOS Tahap III hampir habis, mungkin banyak belanja barang karena tahap sebelumnya sedikit belanja barang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Peserta Didik Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aminullah meminta kepsek transparan dalam pengelolaan dana BOS dan jangan cuma mengeluh.

“Buktikan siapa “orang atas” yang mengendalikan pengelolaan dana BOS, jangan melempar isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Kalau tak sanggup lebih baik mengundurkan diri,” pintanya. (*)