MATTANEWS.CO, PEMALANG – Seorang warga Desa Temuireng, Kecamatan Petarukan,Sundari (62), menjadi korban penipuan dengan modus mengurus program bantuan lansia. Pelaku yang mengaku bisa membantu pencairan bantuan lansia berhasil menggasak sepeda motor korban.
Kejadian bermula ketika Sundari didatangi oleh sepasang pria dan wanita yang menawarkan bantuan pengurusan pinjaman. Pelaku datang sebanyak tiga kali sejak Sabtu malam, bahkan meminta syarat berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) milik korban.
Melihat usia korban yang sudah tercatat sebagai lansia, pelaku kemudian mengubah modus dengan mengatakan bahwa mereka akan membantu mengurus program bantuan lansia. “Bu, jenengan umur sudah lansia, mending saya uruskan biar dapat bantuan,” kata pelaku perempuan sekira (45) saat berada di rumah korban.
Karena percaya, pada Senin (20/10), pelaku mengajak korban membawa sepeda motor ke sebuah bank di sekitar tempat tinggal untuk melakukan pencairan dana program lansia. Namun karena bank pertama penuh, mereka pun beralih ke bank lain yang lokasinya lebih jauh.
Kecurigaan mulai muncul saat pelaku berputar-putar dan akhirnya meninggalkan korban di area parkiran. Korban pun menyatakan ketidaksukaan dan menolak bantuan tersebut, mengatakan, “Gak usah lah, saya gak minta diurus bantuan lansia, karena kayak ribet.” ucap Sundari dengan nada kesal.
Saat hendak pulang, pelaku menyebut sepeda motor korban kehabisan bensin. Dengan meyakinkan, pelaku memberikan kunci motor dan menyuruh korban membeli bensin. Namun saat korban ditinggal pelaku, sepeda motor jenis matic bernomor polisi G 4593 FI tersebut raib digondol pelaku.
Korban yang merasa dirugikan langsung melapor ke Balai Desa Temuireng dan bertemu dengan sekretaris desa ia menanyakan kronologi kejadian,dan berharap kepada warga agar selalu berhati-hati jangan mau di ajak orang yang belum di kenal.
Setelah mendengar kronologi kejadian, pihak desa menyarankan korban untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
“Intinya, masyarakat jangan mudah percaya dengan orang yang belum dikenal. Selalu konfirmasi ke pihak desa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Suharto, Sekretaris Desa Temuireng, saat diwawancarai.
Korban pun akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Petarukan di dampingi oleh perangkat desa untuk proses hukum lebih lanjut.














