BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Modus Bertanya Tempat, Ayah dan Anak Disiram Air Keras

×

Modus Bertanya Tempat, Ayah dan Anak Disiram Air Keras

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTAMEWS.CO, PALEMBANG – Jajaran Polsek Sukarami Palembang masih terus melengkapi berkas perkara pengeroyokan yang menimpa korban Aminudin (49) dan anaknya, M Robani (29) hingga harus dirawat di RSMH Palembang. Kejadian yang nyaris merenggut nyawa dua beranak ini terjadi di depan rumahnya, Jalan Padat Karya, Lorong Mangga, Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami, Senin (26/4/2021).

“Benar, laporannya baru kita terima dan kini masih kita lengkapi,” jelas Kapolsek Sukarami, Kompol Satria Dwi Darma didampingi Kanit Reskrim, Iptu Hendri kepada wartawan online media ini.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami menjelaskan, kedua korban masih dalam perawatan intensif RSMH Palembang dan anggotanya telah lakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

“Anggota kita sudah lakukan olah TKP dan kami masih lengkapi keterangan saksi. Korban Aminudin mengalami luka bakar cukup serius dibagian wajah, bahkan matanya nyaris buta, sementara anaknya Robani mengalami beberapa luka tusuk ditubuh,” ungkapnya.

 

Ditambahkan Iptu Hendri, mengenai sepeda motor pelaku yang ditinggal dilokasi jenis Motor metic dengan nopol BG 6235 ZV sudah diamankan.

“Sepeda motor pelaku sudah kita amankan. Kini kami masih mengejar pelakunya. Mudah-mudahan cepat tertangkap,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukarami.

Kejadian berawal saat korban Aminudin Minggu (25/4/2021) sektiar pukul 23.00 WIB didatangi tiga pelaku yang tidak dikenal, menanyakan tempat menjual batu.

“Saat itu mereka bertanya kepada saya tentang penjualan batu. Karena saya tidak berjual batu seperti dimaksud mereka, saya memilih masuk dan menutup pintu pagar rumah. Namun, mereka langsung menyiramkan air keras (cuko parah) ke bagian wajah saya. Spontan saya teriak, meminta tolong,” ungkap korban saat dimintai keterangan.

Mendengar teriakan ayahnya, korban Robani mengejar para pelaku.

“Pelaku sempat bergulat dengan anak saya. Lalu, dia menusuk anak saya,” ujarnya.