Reporter : Nopri
BANGKA BELITUNG, Mattanews.co – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah semakin dekat. Pilkada serentak rencananya akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.
Terkait hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka Barat, mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat yang ada di Bumi Sejiran Setason, agar tidak mudah terprovokasi.
Wakil Ketua MUI Bangka Barat Muhlisin Malik mengungkapkan, karena di tahun politik, isu-isu terutama terkait dengan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) biasanya akan dimainkan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab.
“Kita jangan mau terprovokasi, terutama dengan isu-isu yang berkaitan dengan SARA. Yang bisa membuat kita saling bermusuhan,” katanya saat ditemui di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, pada Selasa (9/6/2020)
Muhlisin Malik menjelaskan, dalam sebuah negara demokrasi, semua warga negara mempunyai hak konstitusional yang sama.
Baik itu untuk memilih mau pun untuk dipilih, termasuk dalam hajatan pesta demokrasi yaitu Pilkada.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kondusifitas Kabupaten kita ini, jangan mau diadu domba hanya karena berbeda pilihan dalam pilkada,” ucapnya.
“Semua kita punya kesempatan yang sama untuk dipilih dan memilih. Yang penting tujuan bernegara yakni keadilan itu berjalan, terlepas siapapun pemimpin kita,” ungkapnya.
Muhlisin menegaskan, dalam setiap gelaran Pilkada termasuk di Bangka Barat, yang dicari ialah pemimpin pemerintahan, bukan pemimpin suku atau agama.
“Dalam Pilkada kita mencari orang terbaik untuk duduk di pemerintahan, bukan mencari pemimpin agama ataupun suku. Maka saya ingatkan untuk tidak gampang terprovokasi dengan isu SARA dan sebagainya. Kita ingin Pilkada damai, mencari yang terbaik untuk kemajuan daerah kita tercinta,” katanya.
Editor : Nefri














