MATTANEWS.CO, FAFAK – Kegiatan reses wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Abdul Rahman, di Kampung Werabuan, Distrik Wartutin menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar, Senin (10/3/2026).
Forum reses tersebut dilaksanakan pada 9/3/2026 dengan mempertemukan langsung Abdul Rahman, dengan petani, nelayan, serta tokoh masyarakat yang menyoroti berbagai sektor kebutuhan yang salah satunya menyangkut bantuan nelayan yang tidak merata bagi masyarakat.
Salati Werwanas, warga Kampung Werabuan pada reses tersebut menyampaikan bahwa, sejauh ini dari Bupati ke Bupati, masyarakat Kampung Werabuan yang berprofesi sebagai nelayan tidak pernah mendapatkan bantuan nelayan berupa jonson (mesin tempel) dari Pemerintah Daerah. Hal ini seakan masyarakat Kampung Werabuan dianak tirikan.
“Kami sudah beberapa kali ajukan proposal kepada pemerintah, baik proposal secara pribadi maupun proposal kelompok, namun sama sekali tidak mendapatkan bantuan,” ucapnya.
Keluhan lain dari masyarakat setempat juga bahwa, pemerintah belum secara merata dan tidak tepat sasaran dalam memberikan bantuan nelayan kepada masyarakat sehingga perlu untuk dievaluasi agar tidak terulang.
“Kadang yang jadi petani diberikan bantuan nelayan. Hal ini penting untuk diperhatikan,” ungkap warga setempat
Merespon keluhan dari masyarakat, Abdul Rahman, bertekat untuk memperjuangkan agar masyarak Kampung Werabuan juga bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Dikesempatan itu pula, Wakil Ketua dan juga Ketua Partai PBB Abdul Rahman, menyarankan kepada masyarakat agar dapat dibentuk kelompok nelayan disertai proposal untuk dapat diperjuangkan.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah rakyat, mendengar keluhan masyarakat, dan menjadi bagian dari solusi dalam memperjuangkan,” tukasnya.














