BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

‘Ngaku’ Anak Kandung, Irfan Buat dan Gunakan Dokumen Palsu Untuk Kepentingan Pribadi

×

‘Ngaku’ Anak Kandung, Irfan Buat dan Gunakan Dokumen Palsu Untuk Kepentingan Pribadi

Sebarkan artikel ini

* Pelaku Sukses Tarik Uang Tabungan Haji Bapak Angkatnya

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – M Novel Suwa (41) warga Pertahanan Lorong Masjid, Kelurahan 16 Ulu, Palembang melaporkan Irfan (35), ke Mapolrestabes Palembang, lantaran menggunakan dan memalsukan dokumen penting, untuk kepentingan pribadinya. Tak tanggung-tanggung, pelaku berhasil meraup uang Rp 2 miliar dari penarikan dana haji almarhum Tahang, Jumat (20/6/2025).

Terungkapnya kejadian ini saat adik kandung almarhum, H Tawe (56) mengetahui kalau uang tabungan haji kakaknya sudah diambil pelaku, saat berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 16 Ulu Palembang, Selasa (10/6/2025) pukul 10.00 WIB.

Kepada petugas, advokat Novel Suwa menjelaskan, status Tahang dengan terlapor, tidak lain merupakan anak angkat.

“Saya dipercayakan klien kami bernama Hj Tawe, kakak kandung dari Tahang, untuk melaporkan pelaku ke pihak berwajib. Beliau ini merupakan anak angkat dan semestinya tidak berhak menggunakan dokumen penting milik alamarhum, karena masih ada. Terlebih lagi untuk kepentingan dirinya sendiri,” ungkap Novel Suwa, kepada awak media.

Novel menjelaskan, ulah pelaku yang telah merubah Kartu Keluarga (KK).

“Menurut adik kandung almarhum HJ Tawe, dia tidak memiliki anak maupun isteri. Artinya, pelaku ini sengaja merubah dokumen negara, Kartu Keluarga (KK) almarhum, menjadi status anak kandung H Tawe. Kemudian, dokumen tersebut dimanfaatkan untuk membuat sertifikat tanah, mengurus bank, bahkan menarik uang tabungan haji milik Hj Tawe, sebanyak Rp 2 Miliar,” ujarnya.

Novel Suwa berharap laporannya dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami harap penyidik dapat segera memproses laporan kami dan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan,” paparnya.

Sementara, Ka SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Kosasi membenarkan adanya laporan korban.

“Laporan korban sudah kami terima dan kini masih dalam proses penyidik reskrim,” pungkasnya.