MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dua pemuda warga Kemang Agung, Kertapati ini harus berurusan dengan polisi setelah aksinya mencuri daging di sebuah rumah makan dipergoki warga. Beruntung, keduanya cepat diamankan, sehingga terhindar dari amukan massa yang berada di lokasi kejadian, Palembang, Selasa (16/9/2025).
Kedua pelaku adalah Lepo Cahaya (22) seorang residivis kasus pencurian dan Ferdy Yoga Pratama (22), keduanya kepergok saat mencoba menggasak stok daging di Rumah Makan Pagi Sore yang berada di seberang RSMH, Jalan Jenderal Sudirman, Senin 16 September 2025 pada pukul 00.50 WIB dini hari.
Awalnya, pekerja rumah makan mencurigai ada gerakan di atap dapur. Setelah dicek, ternyata dua pemuda itu tengah bersembunyi di genteng. Saat hendak melarikan diri, keduanya berhasil ditangkap warga yang sudah berjaga.
Kapolsek IT 1 Palembang, Kompol Fitri Dewi Utami SIk MH melalui Kanit Reskrim, AKP Fifin Sumailan, menjelaskan modus operandi kedua pelaku.
Mereka masuk ke area dapur melalui plafon, lalu menggasak stok daging untuk kemudian dijual ke pasar. Aksi tersebut akhirnya terekam CCTV dan berhasil digagalkan pegawai yang sedang bekerja.
“Dari pengakuan pelaku, mereka sudah beraksi empat kali. Sementara korban menyebut pencurian sudah terjadi lima kali. Saat ini keduanya masih diperiksa penyidik,” ujar Fifin, Selasa (16/9/2025).
Motif pencurian pun terungkap. Ferdy, yang ternyata pernah bekerja di bagian dapur di rumah makan tersebut, nekat mencuri setelah diberhentikan dari pekerjaannya. Lebih parah lagi, uang hasil penjualan daging digunakan untuk bermain judi online.
“Pelaku pernah sekali tertangkap sebelumnya, namun saat itu pemilik dan pelaku memilih berdamai. Sayangnya, bukannya kapok, justru mereka mengulangi perbuatannya hingga akhirnya ditangkap,” ungkap Fifin.
Kini, kedua pemuda tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan ditahan di Polsek Ilir Timur I Palembang.
Sementara, Ferdy Yoga Pratama (22) salah satu pelaku yang merupakan mantan pegawai rumah makan tersebut mengatakan bahwa ia nekat lakukan pencurian ini lantaran sakit hati.
“Saya sakit hati, saya dipecat oleh sering telat absen lalu dipecat, daging itu kami jual di pasar uangnya untuk main judi slot,” tandasnya.














