BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Ngalam Asyik Berkosep 5B, Disporapar Kota Malang Bangkitkan Kembali Gairah Tinju Profesional

×

Ngalam Asyik Berkosep 5B, Disporapar Kota Malang Bangkitkan Kembali Gairah Tinju Profesional

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat ekosistem olahraga sekaligus industri event melalui program Dasa Bakti Unggulan “Ngalam Asyik” yang digagas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin.

Program yang diarahkan untuk menghadirkan ribuan event dan mengembangkan pariwisata kreatif tersebut selama ini identik dengan konsep 3B, yakni Bal-balan (sepak bola), Band-bandnan (musik), dan Balapan (turnamen balap).

Kini, konsep tersebut mulai diperluas menjadi 5B dengan menambahkan Bantengan sebagai representasi kesenian tradisional dan Bogem-bogeman sebagai ruang bagi geliat olahraga tinju profesional.

Penambahan dua sektor tersebut dinilai dapat memperkaya karakter event Kota Malang sekaligus membuka daya tarik baru bagi masyarakat dan industri pariwisata.

Salah satu yang kini mendapat perhatian serius adalah olahraga tinju. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) berkomitmen menghidupkan kembali kejayaan tinju yang pernah menjadi salah satu cabang olahraga unggulan dan turut mengharumkan nama Kota Malang di tingkat nasional.

Komitmen itu disampaikan Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastyawan, di sela pembukaan kejuaraan futsal antarpelajar di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jumat (7/8/2026).

Menurut Arif, kehadiran mantan juara dunia tinju kelas bulu, Chris John, dalam ekshibisi tinju di Malang Sport Center menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali gairah olahraga tersebut di Kota Malang.

“Dengan hadirnya Chris John di Kota Malang, kami berharap olahraga tinju kembali bangkit. Dulu Kota Malang sangat dikenal sebagai daerah yang melahirkan petinju-petinju nasional. Mudah-mudahan melalui ekshibisi yang digelar bersama komunitas Malang Thai Fusion ini mampu memotivasi lahirnya atlet-atlet baru yang berprestasi hingga tingkat nasional,” ujar Arif.

Disporapar bersama KONI Kota Malang dan sejumlah pemangku kepentingan kini tengah menyusun konsep pengembangan olahraga tinju secara berkelanjutan.

Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga mencakup pembinaan atlet, regenerasi, penyediaan fasilitas latihan hingga kompetisi yang digelar secara rutin.

Salah satu gagasan yang tengah dimatangkan adalah menjadikan GOR Ken Arok sebagai salah satu pusat penyelenggaraan pertandingan tinju di Kota Malang.

Arif menilai, fasilitas yang tersedia di GOR Ken Arok cukup representatif untuk menjadi venue pertandingan tingkat regional maupun nasional.

“GOR Ken Arok memiliki fasilitas yang representatif. Tinggal menyiapkan ring tinju sehingga pertandingan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat maupun melalui siaran televisi dan media digital. Kami ingin Kota Malang dikenal sebagai salah satu pusat penyelenggaraan pertandingan tinju di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin kebangkitan tinju berhenti pada satu atau dua event. Lebih dari itu, Pemkot Malang ingin membangun ekosistem yang mampu mempertemukan pembinaan atlet, kompetisi, komunitas, dunia pendidikan, industri olahraga, serta sektor pariwisata.

Dengan pola tersebut, pertandingan tinju diharapkan tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari kalender event Kota Malang yang mampu mendatangkan masyarakat dan wisatawan.

Upaya mengembalikan kejayaan tinju juga akan dilakukan dengan melibatkan para mantan atlet dan legenda tinju asal Kota Malang.

Disporapar berencana mengumpulkan para legenda tersebut untuk kembali mengambil peran dalam proses pembinaan atlet muda.

“Kami ingin mengumpulkan para legenda tinju Kota Malang agar bersama-sama membangun kembali kejayaan olahraga ini. Pengalaman mereka akan menjadi modal penting dalam mencetak generasi petinju baru,” ujar Arif.

Menurutnya, pengalaman para mantan atlet menjadi aset berharga yang tidak boleh terputus dalam proses regenerasi dan diharapkan dapat mentransfer pengetahuan, pengalaman bertanding, mental juara, serta karakter disiplin kepada generasi muda.

Arif menyebut Universitas Brawijaya telah membuka ruang bagi pengembangan olahraga tersebut, sementara komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya masih terus dilakukan.

Tidak berhenti di perguruan tinggi, Pemkot Malang juga berharap sekolah-sekolah dapat memberikan ruang bagi pembinaan olahraga tinju.

“Kami berharap bukan hanya perguruan tinggi, tetapi juga sekolah-sekolah dapat memberikan ruang bagi pembinaan olahraga tinju sehingga regenerasi atlet dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pencarian dan pembinaan atlet tidak bersifat sporadis. Dengan pembinaan sejak usia sekolah, potensi atlet dapat dipantau dan dikembangkan secara lebih terstruktur.

Selain kompetisi dan pembinaan, persoalan fasilitas latihan juga menjadi perhatian.

Pemkot Malang tengah mengkaji penyediaan tempat latihan permanen yang dapat digunakan komunitas dan atlet tinju secara berkelanjutan.

Salah satu lokasi yang tengah dipertimbangkan adalah ruang kosong di lantai dua Islamic Center milik pemerintah daerah.

“Kami membutuhkan tempat latihan permanen agar ring tinju tidak perlu terus dipasang dan dibongkar setiap kali ada kegiatan olahraga lain. Salah satu lokasi yang sedang kami kaji adalah lantai dua Islamic Center,” jelas Arif.

Keberadaan pusat latihan permanen diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan olahraga tinju. Atlet tidak hanya memiliki tempat untuk berlatih, tetapi juga ruang untuk membangun komunitas, melakukan pembinaan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan.

Arif optimistis, kolaborasi pemerintah, KONI, komunitas olahraga, legenda tinju, dunia pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan dapat mengembalikan posisi Kota Malang sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam pembinaan olahraga tinju.

Konsep 5B dalam “Ngalam Asyik” pun diharapkan tidak sekadar menjadi identitas event, melainkan mampu membentuk ruang baru bagi pertumbuhan olahraga, seni, hiburan dan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Khusus olahraga tinju, kehadiran Chris John diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menekuni olahraga tersebut.

“Harapan kami, pertandingan tinju nantinya dapat digelar secara rutin di Kota Malang. Dari sana akan lahir bibit-bibit atlet yang mampu mengembalikan kejayaan tinju Kota Malang di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.