BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALPOLITIK

Nodong, Husni Mubarok Alias Badai Harus Jalan ‘Ngesot’

×

Nodong, Husni Mubarok Alias Badai Harus Jalan ‘Ngesot’

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Penyelidikan anggota Tim Beguyur Bae Opsnal Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang selama sepekan terakhir membuahkan hasil. Dibawah pimpinan Iptu Joni Palapa, salah satu pelaku penodongan yang kerap meresahkan warga, di kawasan 16 Ilir berhasil diamankan. Husni Mubarok Alias Badai (35) untuk sementara harus jalan ‘ngesot’ setelah butiran timah panas petugas menembus kakinya, Sabtu (26/2/2022).

“Benar, tersangka nodong yang sering meresahkan warga ini, sudah kita amankan di kantor. Kita terpaksa memberikan tindakan tegas terukur karena tersangka melawan saat ditangkap,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor, Iptu Irsan, saat press release.

Dikatakan Kasat Reskrim, tersangka ini beberapa kali melakukan nodong di kawasan 16 Ilir dan terakhir di Taman Skateboard Kelurahan 19 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang pada Kamis (24/2/2022) pukul 10.30 WIB, korbannya Syarif Hidayatullah (22) warga Jalan R Tiga Telang Desa Sumber Jaya Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin.

“Modusnya, saat korban menunggu gojek, datanglah tersangka yang langsung merampas handphone korban. Dengan meminta uang Rp 200 ribu kepada korban sebagai jaminan, namun ternyata hanya akal-akalan saja. Ketika korban memberikan uang Rp 200 ribu, handphone korban pun juga dilarikan tersangka. Kini kita masih dalami lagi keterangan tersangka,” papar Kompol Tri Wahyudi.

Kasat Reskrim menambahkan, dari tangan tersangka, anggotanya turut menyita satu tas selempang warna Hitam milik korban.

“Kini tersangka dan barang bukti sudah diamankan dan masih dalam proses pengembangan. Menurut pengakuan tersangka, dirinya dalam menjalankan aksi tidak sendiri, melainkan dibantu temannya. Kini kami masih kejar rekannya tersebut,” pungkas Kompol Tri Wahyudi.

Sementara tersangka mengaku dirinya terpaksa menodong karena tidak ada kerjaan tetap.

“Setidaknya empat kali dalam seminggu saya nodong pak. Sasarannya orang pendatang dan saya beraksi dibantu teman. Kami berbagi tugas, kami kadang mengancam korban dengan pisau tapi jika korbannya melawan pak,” tutur warga Jalan Faqih Usman Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan SU I Palembang.