BERITA TERKININUSANTARA

Nostalgia Kuliner Gudeg Jogja, Nikmati di Kantin SS Handayani Kedamin

×

Nostalgia Kuliner Gudeg Jogja, Nikmati di Kantin SS Handayani Kedamin

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Gudeg Jogja merupakan makanan tradisional khas dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang sudah sangat familiar, bahkan kuliner tersebut merambah ke berbagai daerah, tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di Putussibau, Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu.

Masakan yang terbuat dari buah nangka muda dengan perpaduan rempah – rempah dan santan kemudian di rebus hingga berjam – jam agar tekstur lembut hingga warna kecoklatan.

Warna kecoklatan ini dihasilkan oleh daun pohon jati muda yang dimasak bersama-sama.

Masakan ini sering ditemukan di warung – warung lesehan hingga rumah makan ternama di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kuliner Gudeg ini biasanya dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental, ayam kampung, telur bacem, tempe bacem, tahu bacem, dan sambal goreng krecek.

Kuliner satu ini mulai dilirik oleh satu kantin makan SS Handayani yang ada di Jl. Sentosa No. 26 Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu.

Kantin SS Handayani mulai buka pukul 07.00 – 15.00 Wib dengan menu andalan Nasi Gudeg Jogja 25k, Nasi Rawon 20k, Soto Ayam Kampung 8k, Soto Sapi 10k

Kemudian Sate Paru 6k, Sate Telur Puyuh 6k, Sosis Solo 3k, Tahu Isi 2k, Bakwan 2k, Tempe 2k, Tempe Bacem 2k dan Tahu Bacem 2k.

Saat ditemui MATTANEWS.CO pemilik Kantin SS Handayani, yang akrab dipanggil Mbak Han ini menceritakan awal mulanya ketertarikan menggeluti bisnis kuliner gudeg.

“Tertarik usaha kuliner makanan khas jawa karena di Putussibau belum ada warung atau kantin yang menyediakan menu yang semua masakan khas Jawa, “kata mbak Handayani kepada wartawan.

Menurut mbak Han, memilih gudeg karena berpikir bahwa masyarakat Putussibau sebagian besar pernah tinggal di Jogja.

“Tentu ada rasa kangen ingin makan gudeg seperti waktu tinggal di Jogja, “ucapnya.

Selain itu juga di Putussibau banyak masyarakat pendatang dari Jawa dan Jogja. Walaupun kadang sulit mencari nangka yang cocok untuk dimasak sebagai bahan utama gudeg.

“Mulai dibuka usaha kuliner sebenarnya berawal dari usaha makanan jajanan sosis solo atau kalau disini risoles, tapi untuk isiannya berupa daging ayam tanpa campuran bahan lainnya, “sampainya.

Lanjut kata mbak Handayani, dari situlah banyak konsumen meminta untuk buka usah kuliner sekalian

“Untuk sosis solo, Alhamdulillah banyak diminati masyarakat Putussibau bahkan sampai ke luar kota Putussibau,” pungkasnya.