* Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ratusan pendemo berkumpul yang terhimpun dari Koalisi Aktivis Sumsel berserta didepan halaman kantor Ombudsman Sumsel di Jalan Sudirman Ilir Timur 1 Palembang, Kamis (20/06/2024).
Koordinator Lapangan, Ruben mengaku ada lima tuntutan yang dan antara lainnya diduga hasil temuan rekomendasi Ombudsman Sumsel tidak ada konsekuensi lanjutan.
Adapun juga diduga Ombudsman Sumsel menunda pengumuman hasil PPDB 2024 hingga terkesan memperlambat majunya pendidikan.
“Kalau memang ada laporan di Ombudsman Sumsel dari masyarakat itu diterima juga diproses, diakomodir, jika memang layak dan berhak sekolah, kami masyarakat mendukung 100 % pada Pj Gubernur dan Diknas Sumsel untuk diterima di sekolah yang bersangkutan, bukan memotong tali rantai yang telah baik ini,” jelasnya saat seusai aksi demo tersebut.
Adapun juga, Ruben juga mengatakan adanya penundaan konfrensi pers Ombudsman
“Ya maksud kedatangan kami jugo disini adalah penolakan dan menindaklanjuti konfrensi pers Ombudsman bahwa ditunda, itu yang kita tolak juga, Ombudsman Sumsel tidak boleh menunda, tidak boleh memvonis, menjustifikasi, tugasnya itu hanya merekomendasi, seperti hari ini banyak wali murid yang ikut datang juga melapor, harusnya diproses,” ungkapnya.
Ruben menjelaskan dampak dari pengumuman yang ditunda jadi siswa dan wali murid atas tindakan Ombudsman Sumsel ini jadi pihak sekolah tidak menerima pendaftaran karena takut.
“Ya pihak sekolah-sekolah ini tidak menerima pendaftaran lantaran takut, padahal Ombudsman ini tidak boleh merekomendasikan itu,” ungkapnya.
Diketahui, setelah melakukan aksi demo tersebut dan dilakukan mediasi antara pihak pendemo dan Ombudsman Sumsel menemukan satu titik temu sementara.
“Ya kesepakatan ini, mereka mencabut rekomendasi penundaan itu, mereka menyampaikan secara langsung serta surat juga tadi,” paparnya.
Atas kejadian ini, Ruben selaku korlap aksi demo ini menuturkan harapannya setelah dilakukan kesepakatan.
“Kami berharap kedepannya proses yang telah berjalan ini tetap dijalankan, dan laporan dari murid ini juga diproses juga,” tandasnya.














