BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Tulungagung Turunkan 149 Personel Tekan Fatalitas Laka Lantas

×

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Tulungagung Turunkan 149 Personel Tekan Fatalitas Laka Lantas

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung Polda Jawa Timur resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai langkah konkret menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya.

Wakapolres Tulungagung Polda Jawa Timur, Kompol Arie Taufan, menegaskan bahwa operasi ini merupakan kegiatan kepolisian terkoordinasi yang dilaksanakan serentak mulai dari tingkat Polda hingga Polres, dengan melibatkan lintas sektor.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan fatalitas kecelakaan, serta membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan berkeselamatan,” ujar Kompol Arie Taufan usai mengecek kesiapan sarana dan prasarana Operasi Keselamatan Semeru 2026, Senin (2/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Polres Tulungagung mengerahkan total 149 personel yang terdiri dari unsur Polri serta didukung oleh TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Operasi ini juga menjadi bagian dari persiapan jelang Operasi Ketupat menghadapi arus mudik dan balik Lebaran mendatang.

Lebih lanjut, Wakapolres menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 dijalankan melalui tiga strategi utama, yakni preemtif, preventif, dan represif, yang dilaksanakan secara beriringan agar hasilnya optimal.

“Preemtif kami lakukan melalui sosialisasi kepada PO Bus dan masyarakat. Preventif dilakukan dengan ramp check bus secara acak dan rutin untuk memastikan kelayakan kendaraan. Sedangkan represif melalui penindakan ETLE dan tilang manual,” jelasnya.

Penindakan dalam operasi ini diprioritaskan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, seperti penggunaan knalpot brong, melawan arus, kebut-kebutan, serta berbagai pelanggaran lain yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Tak hanya itu, Polres Tulungagung juga memberi perhatian khusus pada titik-titik rawan kecelakaan (black spot), di antaranya kawasan perbatasan, Ngujang, Ngantru, serta Jalan Raya Desa Rejoagung. Sepanjang tahun 2025, di ruas Jalan Raya Desa Rejoagung tercatat sembilan kejadian kecelakaan, dengan tiga korban meninggal dunia dan 12 orang luka ringan.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainuddin, mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Tulungagung masih tergolong tinggi.

“Dalam satu minggu terakhir tercatat 21 kejadian laka lantas, satu orang meninggal dunia, 46 orang mengalami luka ringan, dengan kerugian material mencapai Rp19,5 juta,” ungkapnya.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Tulungagung berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dan korban jiwa dapat ditekan secara signifikan.

Polisi pun mengingatkan, keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan komitmen bersama seluruh pengguna jalan. Tertib hari ini, selamat sampai tujuan.