* Petugas Sisir dan tangkapi para pelaku yang terlibat pencurian, nodong, begal, mengancam hingga penyalahgunaan narkotika
MATTANEWS.CO, PALEMBANG –
Sepanjang Operasi Pekat Musi I 2024, Satreskrim Polrestabes Palembang dan jajaran berhasil meringkus sedikitnya 110 bandit jalanan, yang terbilang cukup meresahkan masyarakat Kota Palembang, Kamis (28/3/2024).
“Benar, sedikitnya 110 tersangka kita amankan, dengan kategori dewasa 105 dewasa dan lima orang masih terbilang anak dibawah umur,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Dr Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah, saat press release.
Dipaparkan Kapolrestabes Palembang, untuk yang dibarisan depan hanya sebagian saja.
“Operasi pekat yang berlangsung selama 20 hari ini, tak luput dari penyisiran anggota kita dan jajaran Polsek ketika melakukan operasi di setiap titik yang dianggap rawan, baik itu curanmor, pencurian, begal hingga penyalahgunaan narkotika,” paparnya.
Orang nomor satu di Polrestabes itu menguraikan, dari 110 tersangka yang diamankan anggotanya, setidaknya berhasil mengungkap 96 kasus menonjol, terdiri dari 20 kasus curat, enam kasus curas, 25 kasus curanmor, 13 kasus sajam, satu kasus senpi, satu kasus premanisme, 22 kasus narkoba dan delapan kasus street crime.
“Modus operandi mereka, tidak lain 45 kasus menggunakan modus merusak barang, 25 merampas, 10 menusuk, 25 bujuk rayu atau ancaman dan satu menjual atau menawarkan,” bebernya.
Bapak berpangkat melati tiga itu menambahkan, untuk motifnya, kebanyakan ekonomi.
“Mereka menggunakan motif ekonomi sebanyak 54 kasus, motif dendam 20 kasus dan miras atau narkoba 22 kasus, sementara barang bukti yang diamankan sepeda motor, STNK, perhiasan dan lain sebagainya,” ujarnya.
Kapolrestabes menjelaskan, pihaknya akan melakukan penegakan hukum terhadap para tersangka sesuai dengan pasal yang mereka melanggar.
“Kasus pencurian dan pemberatan mendominasi atas kejadian yang terjadi. Kita akan terus melakukan tindakan preventif, penegakan hukum akan terus kita lanjutkan, dengan harapan di akhir ramadhan dan memasuki bulan syawal, jenis tindak pidana dan kualitas tindak pidana semakin menurun. Tentu kita berharap, Kota Palembang berubah penampilan, menjadi kota yang aman, nyaman dan tentram,” pungkasnya.














