BERITA TERKINI

Operasi Tumpas Narkoba 2022, Dua Pekan Ungkap 26 Kasus, Tulungagung Kota Paling Mendominasi

×

Operasi Tumpas Narkoba 2022, Dua Pekan Ungkap 26 Kasus, Tulungagung Kota Paling Mendominasi

Sebarkan artikel ini
Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, S.I.K., M.H., usai pres rilis ungkap 26 kasus Narkoba, Kamis (8/9) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kepala Kepolisian Resor Tulungagung Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto, S.I.K., M.H., mengungkapkan dalam Operasi Tumpas Narkoba selama dua pekan dimulai 22 Agustus sampai 2 September 2022, kasus di Kecamatan Tulungagung Kota paling mendominasi.

Mantan Kapolres Lhokseumawe Polda Aceh mengatakan dalam pengungkapan kasus narkoba itu menetapkan 34 tersangka terdiri 31 pria dan 3 perempuan.

Hal ini dikatakan Eko Hartanto seusai pres rilis ungkap kasus narkoba bertempat di halaman Masjid Al Hafidz Mapolres Tulungagung, Kamis (8/9/2022) Pagi.

“Ungkap 26 kasus narkoba, 34 tersangka terdiri 31 pria dan 3 perempuan,” kata AKBP Eko Hartanto dihadapan awak media.

“Apresiasi Satresnarkoba, karena over target,” imbuhnya.

Alumnus Akpol 2002 menambahkan dalam dua pekan dalam Operasi Tumpas Narkoba 2022 berhasil mengungkap kasus dari 12 wilayah hukum Polres Tulungagung.

“12 tempat kejadian itu paling didominasi kasus di Kecamatan Tulungagung Kota yaitu ada 6. Sedangkan lainnya Kauman 4 kasus, Kedungwaru 3, Boyolangu 3 kasus, Ngantru ada 3, terakhir Rejotangan 2 kasus,” tambahnya.

Selain penindakan secara represif, lebih lanjut Eko menjelaskan pihaknya melakukan sosialisasi secara masif di wilayah hukum Tulungagung.

“Kita sinyalir, selain wilayah hukum Tulungagung Kota, tidak menutup kemungkinan di kecamatan lainnya juga banyak,” terangnya.

Kapolres Tulungagung berpesan kepada masyarakat bahwasannya peredaran narkoba di wilayah hukum Tulungagung sangat luar biasa masif.

Hal ini, indikasi dari kasus kecil dan daya serangnya sangat luar biasa.

“Kita ungkap kasus narkoba ini dari jaringan Malang dan Surabaya,” ujar Perwira asli kelahiran Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu.

Menurut Eko, masih ada tiga residivis belum terungkap. Meski demikian, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku itu.

“Kita dalami dan kembangkan kasus lebih dalam untuk tiga residivis itu,” pungkasnya.