MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG Wakil Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., menyebut Pagelaran Wayang dengan mengambil lakon Semar Mbangun Kahyangan memiliki makna yang dalam.
Gatut Sunu Wibowo mengatakan dalam cerita tersebut secara ringkas sosok Semar sering difigurkan sebagai pamong negeri ini. Adapun Kahyangan yang dimaksud merupakan jiwa, rasa, dan rohani para pemimpinnya. Hal ini yang perlu dibangun agar Amarta menjadi negeri yang makmur, adil, sejahtera, dan sentosa.
Hal ini disampaikan pada saat memberikan sambutan membuka Pagelaran Wayang dalam rangka Ruwatan Pasar Desa Sambirobyong Kabupaten Tulungagung bertempat di lapangan sepak bola setempat, Sabtu (30/7/2022) Malam.
“Kita apresiasi ruwatan pasar desa Sambirobyong dalam rangka memperingati 1 Muharram 1444 Hijriah,” ucap Wabup Tulungagung seorang Kader PDI Perjuangan itu.
“Atas nama Pemerintah kabupaten Tulungagung dan pribadi saya ucapkan terima kasih kepada Panitia pelaksana bersama seluruh stakeholder terkait yang sudah mendukung acara dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun,” imbuhnya.
“Kepada Ibu Nila Kusumawardhani, S.E., S.Pd., selaku Pembina Pasar Desa Sambirobyong juga Anggota DPRD Tulungagung saya ucapkan terima kasih atas undangan dalam ruwatan ini,” kata Gatut Sunu Wibowo menambahkan.
Gatut Sunu Wibowo menambahkan Pagelaran Wayang bersama Ki Dalang Sun Gondrong ini merupakan peninggalan budaya leluhur sehingga senantiasa harus dilestarikan.
Disamping itu, dengan melihat animo masyarakat begitu antusias, haus akan hiburan karena sudah genap dua tahun tidak dapat melaksanakannya terkendala pandemi Covid-19.
“Sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rejeki maupun kesejahteraan untu seluruh masyarakat Tulungagung khususnya Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol,” tambahnya.
“Kita harapkan kedepannya ruwatan ini bisa menjadi agenda tahunan dari Pasar Desa Sambirobyong sekaligus dalam menguri-uri budaya adiluhung yang merupakan kearifan lokal demi keberlangsungan dan berlanjutnya budaya tersebut,” sambungnya.
Lebih lanjut Wakil Bupati Tulungagung asal Desa Gandong Kecamatan Bandung menjelaskan dalam lakon Semar Mbangun Kahyangan menceritakan keinginan yang baik selalu disikapi dengan penuh kecurigaan, dan dianggap merongrong kewibawaan.
Namun demikian, kesemuanya itu pada akhirnya terungkap bahwasannya kebenaran adalah kebenaran. Sedangkan seorang pemimpin akan terkoreksi oleh rakyatnya sendiri.
“Mari kita kedepankan budaya sebagai jati diri bangsa dengan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, tetap patuh terhadap etika dan norma yang ada dalam berkehidupan bermasyarakat,” terangnya.
“Seorang Pemimpin itu harus berpegang teguh pada etika dan norma kepemimpinannya, atas kesadaran sendiri bukan karena disadarkan, hal ini seperti digambarkan pada figur Semar,” tukas Wakil Bupati Tulungagung seorang Pengusaha itu.














