MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Deru mesin itu memecah sunyi pagi.Bukan suara tembakan.Bukan suara kendaraan tempur.Tapi suara mesin bor yang sedang menaklukkan kerasnya tanah perbatasan.
Sabtu, 18 Juli 2026. Di halaman Gedung Serbaguna Tauk Begulai, Dusun Belatung, Desa Ulak Pauk, Kecamatan Embaloh Hulu, sejarah sedang ditulis dengan lumpur dan keringat.
Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan (Regtas) Ke-129 Kodim 1206/Putussibau sedang berperang melawan satu musuh paling dasar kekurangan air bersih.
Selama ini, warga Desa Belatung hidup dengan keterbatasan. Untuk mandi, mencuci, bahkan minum, mereka harus berjuang ekstra.
Maka ketika TMMD datang, warga hanya punya satu permintaan “Tolong, hadirkan air bersih untuk kami, Pak.”
Permintaan itu dijawab.
Pengeboran sumur bor ini menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Regtas Ke-129 TA. 2026. Tujuannya satu meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Lokasi dipilih dengan pertimbangan matang. Tepat di dekat Gedung Serbaguna Tauk Begulai. Strategis. Agar nantinya air bisa mengalir deras untuk kebutuhan rumah tangga warga, dan juga untuk mendukung setiap kegiatan kemasyarakatan di gedung tersebut.
Ini bukan sekadar mengebor tanah. Ini mengebor masa depan.Membayangkan pengeboran di Jawa mungkin mudah. Tapi ini Kapuas Hulu. Ini perbatasan.
Personel Satgas TMMD Kodim 1206/Psb bekerja tanpa kenal lelah. Matahari menyengat. Tanah keras. Akses terbatas.
Namun tidak ada kata menyerah. Mereka bahu-membahu, bergantian mengoperasikan mesin, memindahkan material, dan memastikan setiap inci pengeboran berjalan sempurna.
“Kondisi medan memang menantang. Tapi semangat kami lebih tinggi. Karena kami tahu, di ujung bor ini ada ratusan keluarga yang menunggu air,” ujar salah satu anggota Satgas.
Di tengah lokasi, Komandan Satgas TMMD Regtas Ke-129 Kodim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, meninjau langsung.
Suaranya tegas, namun penuh kepedulian.
“Penyediaan sarana air bersih merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui program TMMD, TNI tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan dasar warga, khususnya akses terhadap air bersih yang layak,” tegas Dandim.
Dansatgas TMMD Letkol Arm Andreas Prabowo menatap lubang bor yang semakin dalam.
“Kami berharap pengeboran sumur bor ini dapat berjalan lancar hingga menghasilkan sumber air yang memadai. Dengan tersedianya air bersih, masyarakat akan lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan,” lanjutnya.
Bagi Dansatgas, air bersih adalah fondasi. Jika fondasinya kuat, maka kesehatan, pendidikan, dan ekonomi warga akan ikut naik.
Kabar pengeboran ini seperti oase di tengah padang pasir. Masyarakat Desa Belatung berbondong-bondong datang ke lokasi. Ada yang membawa makanan untuk para prajurit. Ada yang ikut membantu. Ada yang hanya duduk menonton dengan mata berkaca-kaca.
“Akhirnya, Pak. Kami tidak perlu jalan jauh lagi cari air,” ucap seorang ibu sambil menggendong anaknya.
Bagi mereka, sumur ini bukan milik TNI. Sumur ini milik anak-anak mereka. Milik masa depan Dusun Belatung.
Dansatgas TMMD berharap kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang dan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun wilayah perbatasan yang lebih maju dan sejahtera.
“Hari ini mesin masih bekerja. Mata bor masih berputar menembus tanah. Tapi jauh di dalam hati warga, air sudah mulai mengalir. Air harapan, “tuturnya.
Bagi Dansatgas, TMMD 129 Kodim 1206/Putussibau membuktikan bahwa membangun tidak selalu harus megah. Kadang, membangun cukup dengan menghadirkan hal paling sederhana.
“Karena di perbatasan, setetes air bersih bisa mengubah segalanya.Dan ketika air itu akhirnya menyembur nanti, maka akan ada satu cerita yang akan terus diceritakan di Dusun Belatung. “Dulu, TNI yang membor kan air untuk kami.” tutup Dansatgas TMMD Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (*)














