NUSANTARA

Para Angler di Batanghari Berharap Pemerintah Serius Tangani Ekosistem Sungai

×

Para Angler di Batanghari Berharap Pemerintah Serius Tangani Ekosistem Sungai

Sebarkan artikel ini

Reporter : Dewan Richardi

BATANGHARI, Mattanews.co – Komunitas Angler yang terdiri dari beberapa Klub Pemancing di Kabupaten Batanghari, berharap kepada Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum agar dapat memberikan hukuman berat buat para pelanggar dalam mencari ikan.

Memancing adalah salah satu tekhnik dalam mencari tangkapan buruan utama di sungai. Namun para pemancing kerap kali, dibuat kesal oleh beberapa nelayan yang menangkap ikan dengan cara tidak berperikemanusiaan, seperti meracun dan menyetrum.

Perbuatan tersebut selalu mendapat kecaman dari para komunitas atau pun pemancing pribadi, akibat perbuatan para perusak lingkungan ikan-ikan tidak dapat meneruskan perkembangbiakkan. Bahkan benih ratusan jenis ikan yang telah menetas akan mati bila ditangkapi dengan dua cara tersebut.

Karena perbuatan perusak itulah membuat beberapa angler mengungkap keluh kesah mereka atas kurang seriusnya Pemerintah Batanghari dalam menangani hal tersebut. Seperti yang di ungkapkan salah satu angler yang berdomisili di Kabupaten Batanghari Jambi.

“Cobalah jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri, masih banyak cara yang lebih layak untuk mendapatkan keuntungan,  menangkap ikan dengan menggunakan jaring, pukat, dan banyak peralatan tradisional lainnya,”ungkap Mukhlis Doank selaku anggota Sindycate Caster Community (SCC) kepada awak media, Rabu (06/05/2020).

Dijelaskan Mukhlis, bahwa dengan melakukan penangkapan secara meracun atau menyetrum benih ikan akan mati dan menghancurkan ekosistem kembang biak ikan liar.

“Kita tahu kok itu merupakan salah satu pencaharian para nelayan gelap, tapi pikirkan nelayan tradisional lain lah, dan ini merupakan penghancuran massal yang harus diberikan sanksi seberat-beratnya,” jelas Mukhlis Kesal.

Beberapa dari para pemancing di Batanghari berharap, agar pemerintah memberikan Shock Terapi kepada para pelanggar ini.

“Tangkap, hukum, agar mereka berfikir dan menyadari apa yang mereka lakukan itu salah. Siapa lagi kalau bukan dari kita sendiri untuk menjaga ekosistem ini, agar anak cucu kita tahu ratusan jenis ikan yang ada di aliran Sungai Batanghari ini,” timpalnya.

Dilanjutkan Mukhlis, beberapa jenis ikan air tawar di sungai Batanghari yang saat ini susah untuk ditemui yakni, ikan Toman, Ikan Tapah, Ikan Belida dan beberapa ikan lainnya. Disaat sungai mengalami banjir besar, ikan akan berkembang biak.

“Ikan-ikan di hilir akan melakukan migrasi untuk berkembang biak ke hulu-hulu sungai termasuk anak sungai, apa bila terjadi kemarau biasanya para peracun dan penyetrum akan beraksi, ini lah saat yang tepat untuk menangkapi mereka,” tutupnya.

Editor : Fly