Reporter : Mateus Tekege
PAPUA, Mattanews.co – Pada rapat kordinasi kerja para bupati di kawasan Meepago Papua, menghasilkan kesepakatan bersama untuk melakukan lockdown di daerah masing-masing.
Lovkdown ini sendiri rencananya akan digelar, selama dua pekan ke depan.
Peserta rakor yang digelar pada hari Rabu (6/5/2020) di gedung aula DPRD Kabupaten Deiyai ini, diberi nama Tim Kerja Covid-19 di Wilayah Meepago.
Tim tersebut dihadiri oleh empat orang bupati yang berada di wilayah Meepago Papua. Yakni Bupati Nabire, Bupati Dogiyai, Bupati Deiyai dan Bupati Paniai. Tak ketinggalan juga dihadiri oleh DPRD,TNI dan Polri, ASN dan masyarakat setempat.
Bupati Nabire Isayas Douw menuturkan, bahwa di wilayah Meepago, sudah tersedia 19 orang dokter spesialis.
Dia pun menyepakati diberlakukannya lockdown di daerahnya.
“Kami pemerintah daerah adalah wakil tuhan. Namun kami tidak bisa sukseskan suatu kegiatan tanpa adanya bekerja sama dari seluruh elemen masyaramat yang ada di wilayah Meepago,” katanya.
Menurutnya, jika kesadaran muncul dari dalam diri masing-masing, maka mata rantai penularannya akan putus dgn sendirinya.
Urutan terbanyak pertama untuk terinfeksi covid-19 di seluruh Papua, lanjutnya, yaitu wilayah Meepago tepatnya di kabupaten Timika.
Bupati Panai Deki Nawipa mengatakan, ketika keluarga datang dari luar kota, diimbau untuk jangan pernah sentuh atau pun berjabat tangan sebelum dikarantina.
“Di Kabupaten Paniai, ada 3 titik yang sudah dibangun posko. Yaitu di Udaigi perbatasan Deiyai-Paniai, Makataka dan di depan RSUD Madi di Paniai,” ujarnya.
Dia menilai, di wilayah Meepago juga perlu adanya pos penjagaan di perbatasan antara Kabupaten Timika- Deiyai dan Timika- Paniai.
Karena masyarakat yang penduduknya tercacat di Kabupaten Timika, selalu saja jalan kaki masuk di wilayah Meepago.
“Kita sangat kecolongan, sehingga itu menjadi cacatan penting untuk harus dikarantinakan,” ungkapnya.
Bupati Dumupa Yakubus Dumupa, mengungkapkan, jika virus corona masuk di wilayah Meepago, maka angka kematian dan atau terinfeksi positif lebih banyak.
“Semua angkutan baik angkutan pribadi maupun umum juga roda dua maupun roda empat harus kita hentikan,” katanya.
Untuk perketat menanganan, Pemkab Dogiyai akan membangun 1 posko di depan Distrik Ugapuga.
Dimana, untuk menjaga masyarakat dari Paniai dan Deiyai ke Dogiyai- Nabire dan dari Nabire, Dogiyai ke Deiyai dan Paniai.
“Untuk angkutan impor barang dagangan dari Nabire ke padalaman, harus kita dihentikan selama dua minggu ini,” ujarnya.
Editor : Nefri














