MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulungagung, melakukan inspeksi mendadak (sidak red.) ke Desa Nglurup Kecamatan Sendang, Kamis (17/6/2021) Pagi.
Sidak dilakukan setelah sehari sebelumnya terjadi bencana tanah longsor di Desa Nglurup Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.
Pada kesempatan tersebut Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo mengatakan sidak kali ini meninjau secara langsung lokasi terjadinya bencana tanah longsor di Desa Nglurup Kecamatan Sendang.
“Sidak kali ini, bersama jajaran Forkopimda ada Pak Dandim 0807 Tulungagung dan Pak Kapolres bersama OPD terkait melihat secara langsung Desa Nglurup pasca terjadinya tanah longsor diakibatkan hujan deras,” kata Dia.
“Kita lihat bersama lokasi tersebut dampak terjadinya tanah longsor mengakibatkan sarana dan prasarana menjadi terputus,” imbuhnya.
Kata Dia, tanah longsor akibat hujan deras mengguyur Desa Nglurup Kecamatan Sendang ini mengakibatkan sarana dan prasarana menjadi terputus sehingga menjadi daerah terisolir.
“Akibatnya jembatan putus dan jaringan listrik banyak cagak (tiang red.) roboh sehingga darurat segera ada penanganan lebih lanjut,” Maryoto menambahkan.
“Ada 270 Kepala Keluarga Desa Nglurup terdampak akibat tanah longsor ini. Dan disini merupakan terparah diantara wilayah lain,” sambungnya.
Dengan kondisi jalan tertutup lumpur di Desa Nglurup ini lebih lanjut tutur Dia menjelaskan sehingga darurat segera ada penanganan.
“Kita sampaikan kepada dinas terkait untuk mendatangkan alat berat seperti Bego dan Bulldozer untuk membersihkan jalan dan petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) secepatnya membenahi jaringan listrik,’ terangnya.
Akibat hujan deras belakangan ini lebih dalam papar Dia melanjutkan beberapa wilayah terjadi tanah longsor.
“Wilayah Kecamatan Sendang ada 4 titik terjadi tanah longsor sedangkan di Kecamatan Pagerwojo ada 5 titik, namun demikian paling parah terjadi di Desa Nglurup ini,” Maryoto memaparkan.
Bupati Tulungagung menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya didaerah terdampak tanah longsor ini agar tetap menjaga kewaspadaan terjadinya longsor susulan.
“Pada intinya, masyarakat tetap waspada jika longsor susulan, menghimbau agar dalam membangun rumah harus dilihat kemiringannya harus diperhatikan sekira dianggap rawan longsor jangan dibangun untuk ditempati,” tandas Maryoto Birowo.














