BeritaHUKUM & KRIMINAL

Pasien Pasca Operasi Usus Buntu Timbul Pembusukan, Ini Tanggapan Pihak RSMH Palembang

×

Pasien Pasca Operasi Usus Buntu Timbul Pembusukan, Ini Tanggapan Pihak RSMH Palembang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sempat diberitakan bahwa tindakan operasi yang dilakukan terhadap pasien anak CY (14), yang dimana setelah dilakukan operasi Usus Buntu tak kunjung sembuh dan justru mengeluarkan cairan dari dalam luka dan berbau busuk, penjelasan dari rumah sakit M Hossein, Dokter Marta Hendri selaku Plt Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) menuturkan bahwa usus buntu Pasien sudah meradang.

Usus itu merupakan bagian kecil dari usus dan memiliki rongga di dalamnya. Dimana jika meradang akan di tutup omentum yakni jaringan kulit yang menutupi jika ada peradangan.

“Apendik ini usus buntu yang ada rongga di dalamnya, dan didalamnya itu ada bocor,” ujarnya.

Tambahnya pada saat anak ini dibawa ke rumah sakit, kondisi anak ini sudah lewat akut awalnya dan pemeriksaan fisiknya ada peradangan dinding perut di daerah perut kanan bawah.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lagi ternyata pasien waktu dilakukan swab ternyata pasien mengalami positif, dan dilakukanlah isolasi terhadap pasien.

“Jadi rencana awalnya ini adik ini akan dilakukan tindakan Laparaskopi atau operasi dengan luka kecil, tapi karena pasien covid itu tidak bisa dilakukan, jadi dilakukanlah operasi usus buntu seperti biasa”ujarnya.

Ditambahkannya pada saat dilaksakan operasi pertama ini ditemukan bahwa sudah ada ditemukan kebocoran kecil yang menyebabkan dinding perut radang dan dilakukan pembersihan terlebih dahulu.

Lalu selama perawatan antibiotik juga sudah diberikan sesuai dengan jenis kuman yang ditemukan pada nanah tersebut.

Beberapa hari kemudian pasca operasi pertama ini luka operasi sudah bagus dan pada tanggal 06 Februari itu lukanya bernanah dan pihak rumah sakit sudah memberitahukan kepada keluarga kalau hal itu alami dan proses dari penyakit itu sendiri.

“Operasi kedua itu dilakukan untuk membersihkan luka dari nanah dan perutnya tidak dibuka lagi. Jadi berita bahwa operasi kedua itu karena bocornya usus itu tidak benar. Yang ada adalah kebocoran pada apendiknya dan itu sudah ditemukan di operasi pertama, dan itu bocor karena penyakit itu sendiri,” tegasnya.

Ditambahkannya bahwa alat kelamin itu bengkak itu karena pembengkakan dari lemak dibawahnya lemak dibawah kulit.

“Jadi pada saat operasi kedua itu dibersihkan dulu dimana disitu ada selaput keras yang menutup otot. Yang mana disitu ada perenggangan sehingga untuk menyatukannya di longgarin dulu kulitnya agar parsial itu bisa menyatu, dan tentunya disini akan keluar darah dan dia mengarah ke tempat rendah yakni di kemaluan. Itu akan sembuh biasanya satu atau dua Minggu,” tutupnya

Sementara Ana (51), Ibu korban menuturkan bahwa kondisi sang anak hingga saat ini masih merasakan sakit, dan masih mengeluarkan darah di luka tersebut.

“Jadi pada saat ini masih mengalami sakit, dan masih juga keluar darah di lukanya itu,”

Tak hanya itu dikatakannya saat ini, anaknya juga sudah bisa bergerak, duduk, dan juga sudah bisa buang air.