BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Pastikan Layak Konsumsi, Walikota Malang Tinjau Langsung SPPG Mitra Mandiri Mburing

×

Pastikan Layak Konsumsi, Walikota Malang Tinjau Langsung SPPG Mitra Mandiri Mburing

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Beroperasinya Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri Mburing ditinjau secara langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Husnul Mu’arif, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Slamet Husnan Hariyadi dan Camat Kedungkandang Fahmi serta Kepala Korwil Badan Gizi Nasional.

Tinjauan Wali Kota memastikan kesiapan SPPG Mitra Mandiri dalam rangka mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kunjungan Wahyu Hidayat secara langsung ini memastikan bahwa layanan makanan yang disajikan oleh SPPG Mitra Mandiri yang berlokasi di Jalan KH. Malik Dalam No.48 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, agar terkontrol sesuai dengan SOP dalam memenuhi makanan siap saji yang di distribusikan kepada penerima manfaat yaitu siswa sekolah dan Ibu hamil atau menyusui.

Benyaknya kasus tentang keracunan siswa di luar Kota Malang akibat konsumsi MBG tersebut membuat Wali Kota Wahyu Hidayat lebih selektif dan memperketat pengawasan agar tidak terjadi khususnya di Kota Malang.

Bahkan Wahyu menyaksikan secara langsung proses pengolahan makanan di dapur SPPG Mitra Mandiri Mburing, baik mulai dari bahan baku hingga yang tersaji siap distribusi tak luput dari pengawasannya.

“Untuk SPPG ini sudah berjalan dengan baik, setiap tahapan-tahapan ada petugas yang bertanggung jawab, mulai dari penyiapan bahan, proses memasak, pengemasan hingga distribusi sudah standar SOP ya,” ungkap Wahyu, Senin (29/9/2025).

Mwnurutnya, SPPG tersebut juga membeli bahan baku dari petani sekitar, namun yang terpenting bahan baku yang akan di proses sudah melewati quality control.

“Jadi semua bahan yang masuk ke SPPG sudah melalui proses pengecekan kualitas terlebih dahulu. Juga ada sortir sehingga bahan yang dipakai benar berkualitas, selain kita pastikan proses lainnya sudah sesuai prosedur,” kata Wali Kota Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu juga meminta agar pihak sekolah turut mengawasi dan mencicipi makanan sebelum dibagikan. Hal itu agar setiap makanan dipastikan kelayakannya dan keamanannya sebelum dibagikan ke anak-anak.

“Dinas Kesehatan saya minta setiap bulan mengecek terkait kesehatan lingkungannya, kemudian setiap enam bulan sekali untuk cek kualitas airnya,” tuturnya.

Perlu diketahui bahwa peninjuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional yang diikuti Pemkot Malang secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri pada pagi harinya.

Dalam rakor tersebut diikuti oleh seluruh kepala daerah dan dihadiri Menko PMK, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Dasar dan, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) ini membahas langkah antisipasi keracunan makanan dalam program MBG yang terjadi di sejumlah daerah.

Menyikapi maraknya kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah, Wahyu meminta masyarakat Kota Malang untuk tidak perlu khawatir. Hal ini karena proses yang dilakukan telah berjalan dengan baik dan benar.

“Alhamdulillah semua tahapan berjalan baik, sehingga masyarakat tidak perlu cemas. Karena itu, saya juga mengajak Ketua Korwil SPPG yang mengoordinasikan seluruh SPPG di Kota Malang agar tetap bekerja sesuai SOP yang ada untuk meminimalisir kejadian yang tidak diharapkan,” terangnya.

Wali Kota Malang pun memastikan sistem di SPPG sudah baik dan terus berproses menuju sertifikasi. Walau secara umum sudah dinilai baik, Wahyu mendorong adanya peningkatan kualitas sarana prasarana seperti sirkulasi udara ruangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan bahwa sesuai arahan Wali Kota agar pengelolaan limbah organik dari sisa sayur dan daging yang selama ini dimanfaatkan petani dan peternak ikan secara gratis.

“Jadi limbah sayur mayur itu bisa untuk pakan ternak, termasuk untuk sisa daging untuk pakan ikan,” ujar Slamet.

Dispantang Kota Malang juga merencanakan untuk mempertemukan para petani dan peternak dengan pelaku usaha SPPG yang ada di Kota Malang.

“Nanti fungsi di kami nanti akan mempertemukan para petani dan peternak dengan pelaku SPPG yang ada di Kota Malang,” terangnya.

Kadispangtan menyebut bahwa SPPG di Buring sudah berproses secara alami tentang limbah yang diambil oleh peternak.

“Kalau disini sudah berproses ya, secara alami limbah sudah diambil para peternak, dan dapat info bahwa ini baru pertama kali SPPG yang disini diambil limbahnya untuk budidaya ikan,” pungkasnya.