BERITA TERKINI

PDP yang Meninggal Dunia di Palembang Berprofesi Sebagai Tenaga Kesehatan

×

PDP yang Meninggal Dunia di Palembang Berprofesi Sebagai Tenaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, Mattanews.co – Meninggalnya dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mewaspadai penularan Virus Corona atau Covid-19.

Dua orang PDP yang meninggal dunia tersebut, setelah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSMH Palembang, beberapa hari lalu.

Dari data RSMH Palembang, pasien berusia 54 tahun yang meninggal dunia tersebut, masuk dalam urutan PDP 07. Pasien ini dirujuk ke RSMH Palembang pada tanggal 18 Maret 2020, dan baru dirawat di ruang isolasi selama 5 hari.

Sedangkan pasien berusia 53 tahun asal Kota Prabumulih, merupakan pasien urutan PDP 09. Pasien ini sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih.

Pria tersebut langsung dirujuk ke RSMH Palembang pada tanggal 20 Maret 2020 lalu, atau baru dirawat di ruang isolasi selama 3 hari.

Informasi identitas PDP 09 yang merupakan salah satu tenaga kesehatan di RSUD Prabumulih, dibenarkan oleh Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanggulangan Corona Pemprov Sumsel Prof Yuwono.

“Benar, beliau wafat. Hasil laboratorium belum keluar. Info lanjut akan kami sampaikan,” ujarnya.

PDP 09 tersebut diakuinya merupakan salah satu petinggi di RSUD Prabumulih, yang sempat mengalami demam, batuk tidak berdahak, sesak nafas dan nyeri otot.

Sebelum ke Batam pada bulan Maret 2020, PDP 09 sempat menyambangi Ibu Kota Jakarta pada bulan Februari 2020 lalu.

Apakah hasilnya positif atau negativ Corona Covid-19, nanti akan diumumkan oleh Jubir Satgas Penanggulangan Corona Pusat. Mereka pun akan mengumumkan hasilnya, setelah mendapat izin dari Satgas pusat.

Sebelumnya Prof Yuwono mengungkapkan pada tanggal 20 Maret 2020 pagi, ada satu orang PDP di Prabumulih, yang merupakan tenaga kesehatan dirawat di RSMH Palembang.

“Ada riwayat perjalanan dari daerah terpapar Corona Covid-19 di Batam. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSMH Palembang. Sampel sudah diambil dan dikirim,” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa, orang yang ikut dalam perjalanan dinas pasien tersebut secara otomatis akan menjadi Orang Dengan Pemantauan (ODP).

Dari informasi yang diterima, PDP 07 merupakan salah satu wiraswasta yang mempunyai riwayat perjalanan ke Yogyakarta. Di sana, pasien mengeluhkan sakit sesak nafas, batuk, dahak berwarna kuning, demam dan mual.

Kedua pasien awalnya sudah diambil specimen yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan Pusat Kemenkes RI pada tanggal 20 Maret 2020. Rencananya, hasil pemeriksaan laboratorium akan diumumkan pada tanggal 23 Maret 2020.