MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Ditanya soal adanya dugaan terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Kabar) Suherman mengaku tidak berani mengeluarkan statemen karena takut salah.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, pada media, Senin (18/04/2022), Suherman meminta media untuk menemui Kepala Dishub Purwakarta untuk mengetahui lebih jelas persoalan parkir.
“Nah, soal parkir langsung tanya ke kadis aja ya pak, saya takut salah jawab. Maaf pak saya sedang mau rapat,” kata Suherman dengan singkatnya.
Diberitakan sebelumnya, anggota DPR RI Dedi Mulyadi, menduga ada kebocoran parkir liar di sejumlah pasar di Kabupaten Purwakarta hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.
Untuk membuktikan hal tersebut Kang Dedi Mulyadi turun langsung, menjadi tukang parkir di Pasar Rebo Purwakarta sejak usai sahur hingga siang hari.
“Sekarang sebagai Anggota DPR RI saya turun ke Dapil untuk hal yang sederhana tapi kalau dikumpulkan bisa besar yaitu parkir,” ujar Kang Dedi dalam keterangannya yang dikutip, pada Sabtu 16 April 2022.
Sebelumnya Dedi memberikan sejumlah uang kepada juru parkir liar sebagai honor pengganti yang biasa didapat dalam satu hari.
Selanjutnya uang parkir yang didapat oleh Dedi akan langsung dihitung oleh Bapenda dan Dishub Purwakarta.
Sempat terjadi perdebatan antara Dedi dan juru parkir liar. Pria tersebut awalnya ingin tetap menjadi juru parkir karena harus menyetor uang kepada bosnya yang bernama Johan asal Bojong Purwakarta.
“Ini kan sudah saya kasih tadi Rp200 ribu untuk honor pengganti. Kalau tetap tidak mau maka bisa dilaporkan ke polisi dan kejaksaan perihal pungutan liar,” ujar Dedi pada juru parkir tersebut.
Dari penghitungan awal pendapatan daerah dari parkir yang bisa didapat di Pasar Rebo mencapai Rp 1,5 miliar per tahun. Namun faktanya yang masuk hanya Rp 150 juta per tahun.














