BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Pelaku Tabrak Lari di Asrama Haji ‘Ngaku’ Tidak Sempat ‘Ngerem’

×

Pelaku Tabrak Lari di Asrama Haji ‘Ngaku’ Tidak Sempat ‘Ngerem’

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Mengaku tidak sempat ‘ngerem’  membuat Riki Ramadhani kehilangan nyawa, tertabrak dan meninggal dunia di Jalan Kolonel H Burlian Kecamatan Sukarami Palembang, Jumat (12/5/2023). Takut dihakimi massa, Idra Fitri (54) memilih kabur dan kini terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Polrestabes Palembang, Senin (15/5/2023).

“Akibat tabrak lari tersebut, korban mengalami luka pada kepala dan tubuh lainnya. Meskipun sempat dilarikan ke RS AR-Rasyid, namun nyawa korban tetap tidak bisa diselamatkan.

“Korban mengalami luka yang cukup serius dibagian kepala. Ketika dibawa ke rumah sakit, korban sudah meninggal dunia dan dibawa pihak keluarganya ke rumah duka untuk dikebumikan,” tutur Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Haryo Sugihhartono, didampingi Kasat Lantas, AKBP Rendi, saat press release.

Kapolrestabes Palembang menjelaskan, pelaku diamankan dari rumah keluarganya, di BLK, Perumnas.

“Saat kejadian, pelaku kabur menggunakan mobilnya Daihatsu Sigra berwarna merah dengan nomor polisi BG 1704 TD. Dari rekaman CCTV kami menganalisa dan mempelajari, hingga dijemputlah pelaku. Kini pelaku masih menjalani proses lebih lanjut penyidik,” ungkapnya.

Sementara, tersangka saat dibincangi mengaku dirinya tidak sempat ngerem.

“Saya melihat korban dijarak 2 meter, tepat turun dari trotoar tengah. Saya tidak bisa mengelak, karena tubuh korban sudah terhantam. Tersadar, saya melihat belakang mobil dan sudah banyak massa, hingga saya putuskan kabur. Dari itu, saya menyimpan mobil saya di rumah orang tua dan saya kembali lagi ke lokasi menggunakan motor, tapi ketika disana korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Pelaku yang tercatat PNS UPTD Sekayu ini menambahkan, sejak kejadian itu, dirinya seperti dihantui rasa bersalah.

“Saya ragu-ragu untuk menyerahkan diri ke kantor polisi. Lantas, saya meminta keluarga saya untuk menghubungi polisi dan membawa saya. Kini saya pasrah menjalankan hukuman, memang ini kesalahan saya,” tukasnya.