Pelarangan Musik Funkot/Remix Pada Gelaran Organ Tunggal Wilayah Sumsel Dinilai Mujarab

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kultur musik Funkot yang merupakan singkatan dari Funky Kota adalah sebuah sub genre musik elektronik yang lahir pada tahun 1990-an. Musik yang merupakan gabungan dari musik House dengan tempo 160 hingga 220 bpm (ketukan per menit) ini berkembang pesat di Indonesia, namun dijadikan ladang basah bagi penjaja Narkoba dan para pengguna.

Adapun mengenai itu, Polda Sumsel lakukan inisiasi dengan metode pelarangan musik Funkot/Remix di gelaran musik organ tunggal untuk diwilayah Sumsel.

Polda Sumsel mengklaim berhasil menekan pengguna narkoba ataupun peredarannya ditempat hiburan khususnya dihiburan musik funkot/remix organ tunggal pasca maklumat Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo melarang pemutaran musik remix di organ tunggal wilayah Sumsel

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi kepada wartawan usai pres release ungkap kasus tersangka ladang ganja di Polda Sumsel Minggu (15/01/2023).

“Dampak dari larangan pemutaran musik remix di organ tunggal cukup baik karena pengguna narkoba di acara organ tunggal menurun drastis,” kata Kombes Pol Supriadi MM.

Ditegaskan Supriadi, tidak ada lagi pemutaran musik remix di organ tunggal. Bukan organ tunggalnya yang dilarang tapi pemutaran musik remix yang dilarang.

“Organ tunggalnya tidak dilarang, yang dilarang itu pemutaran musik remixnya. Jadi tidak ada lagi pemutaran musik remix di organ tunggal di Sumsel jika masih ada akan dibubarkan dan ditindak tegas kepada penyelenggara maupun pemilik organ tunggal,”tegas Supriadi.

Dikatakan Supriadi, pihaknya melalui Bhabinkamtibmas diseluruh Polres jajaran Polda Sumsel terus menghimbau kepada masyarakat yang akan menyelenggarakan hiburan dalam acara apapun untuk tidak memutar musik remix organ tunggal.

Bacaan Lainnya

Seperti sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo mengeluarkan larangan pemutaran musik remix di organ tunggal. Karena gelaran organ tunggal yang memainkan musik remik di Sumatera Selatan acapkali menjadi tempat beredarnya narkoba. Polda Sumsel mengimbau kepada pemilik alat musik tersebut untuk tidak lagi memutar musik remik di pesta hajatan.

“Kita tidak melarang mereka untuk melakukan usaha organ tunggal, tapi yang kita larang itu lagunya, coba diganti dengan lagu-lagu yang sesuai,” kata Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo, Jumat (6/1/2022).

Dia menilai lagu remix/funkot sendiri khususnya di Sumsel kerap mengundang para pengedar maupun pecandu untuk berkumpul, sehingga terjadi transaksi penyalahgunaan narkoba dan para pecandu dengan leluasanya menggunakan barang haram tersebut dikhalayak keramaian.

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait