BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARA

Pelatihan Jadi Investasi SDM, 111 Pekebun Sumsel Didorong Optimalkan Hasil Kebun

×

Pelatihan Jadi Investasi SDM, 111 Pekebun Sumsel Didorong Optimalkan Hasil Kebun

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MUARA ENIM – Daya saing sawit rakyat tidak hanya ditentukan produktivitas tanaman dan luas lahan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola kebun. Karena itu, peningkatan kompetensi pekebun menjadi investasi penting untuk mengoptimalkan hasil dan nilai ekonomi sawit, Sabtu (28/8/2026).

Hal tersebut menjadi fokus Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diikuti 111 pekebun dari Musi Rawas dan Muara Enim di Palembang pada 24–29 Agustus 2026.

Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Fandi Hidayat, P.Hd mengatakan pelatihan menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi pekebun.

“Pelatihan ini merupakan bagian penting, terutama dalam hal kita menggali potensi produksi yang ada di lahan Bapak dan Ibu sekalian,” kata Fandi saat membuka kegiatan, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kemampuan mengelola panen dan pascapanen turut menentukan hasil yang diperoleh pekebun. Karena itu, peserta dibekali pemahaman, mengenai kriteria matang panen, teknik memanen, penanganan TBS dan brondolan, hingga pengangkutan.

“Ilmu yang diperoleh pada kegiatan ini dapat diterapkan, diimplementasikan ketika nanti Bapak dan Ibu sudah kembali ke tempat masing-masing,” ujarnya.

Untuk memperkuat materi, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan pada 27 Agustus 2026.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta melihat langsung penerapan teknik panen dan pascapanen serta penanganan hasil di lapangan.

Kunjungan tersebut diharapkan membantu peserta menghubungkan materi pelatihan dengan praktik, sekaligus menjadi referensi yang dapat diterapkan di kebun rakyat.

Pengetahuan Harus Menular
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Herlan Kagami, mengatakan manfaat pelatihan diharapkan tidak berhenti pada 111 peserta.

Mereka didorong membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pekebun lain di daerah masing-masing.

“Harapan kami adalah bapak ibu semua setelah mengikuti apa yang kita kerjakan selama beberapa hari ke depan nantinya akan memberi bekal kepada bapak ibu dan pada akhirnya bisa menulari kepada masyarakat di sekitar kita,” ujar Herlan.

Pelatihan diikuti 51 pekebun dari Musi Rawas dan 60 pekebun dari Muara Enim, yang terbagi dalam empat batch.

Bagi sawit rakyat, ketepatan panen dan pascapanen penting untuk mencegah kehilangan hasil dan menjaga kualitas TBS. Kesalahan dalam menentukan kematangan, memanen, menangani, maupun mengangkut TBS dapat menurunkan mutu dan nilai jual.

Pelatihan diselenggarakan PT RPN dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), serta Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Rawas dan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim.

Melalui penguatan SDM, pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga mendorong penerapan praktik panen dan pascapanen yang lebih baik sehingga potensi kebun dapat menghasilkan TBS bermutu dan bernilai ekonomi lebih optimal.