HEADLINE

Pemahaman Muatan Lokal Kurikulum Tentang Lingkungan Hidup di Tingkat SD

×

Pemahaman Muatan Lokal Kurikulum Tentang Lingkungan Hidup di Tingkat SD

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKI, H. Husin S.Pd., M.M., M.Pd., mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), resmi buka Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Pengarusutamaan Kurikulum Pendidikan Lingkungan (DAS dan Gambut), di Hotel Wyndham OPI Palembang, Kamis (14/10/2021).

Husin sapaan akrabnya mengatakan, pemerintah OKI sangat mendukung kegiatan Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Pengarusutamaan Kurikulum Pendidikan Lingkungan (DAS dan Gambut), sebagai materi muatan lokal bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten OKI Prov. Sumsel, yang diselenggarakan selama dua hari, dimulai hari ini sampai tanggal 15 Oktober 2021.

“Dengan adanya muatan lokal kurikulum tentang lingkungan di SD, dengan bijak memberikan pemahaman kepada anak-anak secara dini, memelihara dan memperhatikan lingkungan,” tegasnya.

Menurut Ketua Forum DAS Sumsel Dr. Syafrul Yunardy, S.Hut., M.E., yang bekerjasama dengan World Agroforestri Centre (ICRAF), mengadakan lokakarya untuk menjadikan masalah lingkungan hidup, sebagai salah satu kurikulum dalam muatan lokal pendidikan di Kabupaten OKI.

“Ini menjadi penting karena isu lingkungan, terutama gambut dan DAS, dari sisi bagaimana kita mengendalikan lingkungan ini, agar tidak menimbulkan bencana, maka dari itu kita memberikan pemahaman tentang lingkungan kepada siswa-siswa dari tingkat SD maupun SMP,” ujarnya.

Selain itu, Feri Johana Project Coordinator Peat-IMPACTS, ICRAF Indonesia, yang menjelaskan dalam jaringan (Daring), dalam kegiatan yang akan kita mulai ini, adalah terkait bagaimana kita melakukan, kegiatan kapasitas dan pengarusutamaan kurikulum pendidikan lingkungan, khususnya DAS dan lahan gambut sebagai muatan lokal bagi siswa SD di Kabupaten OKI Prov. Sumsel.

“Kami melihat, banyak sekali generasi penerus, di Prov. Sumsel ini, yang kami harapkan bisa membawa dan meneruskan program estafet, pembangunan wilayah di Sumsel,” ucapnya.

Sementara itu, Feri menghimbau diskusi ini, akan sudah mengarah pada bagaimana, komponen ini sudah mulai mempersiapkan, program muatan lokal ini akan menjadi bagian dari, upaya untuk memulai proses pendidikan lingkungan, khususnya terkait DAS dan lahan gambut yang ada di Sumsel.

“Kami ICRAF Indonesia mengucapkan terima kasih atas partisipasi, pemikiran, kerja keras, dan kerjasamanya dalam kegiatan ini, semoga berguna dan bermanfaat bagi Sumsel,” pungkasnya.