Pembangunan Jembatan Cibayongbong Purwakarta Capai 8,9 Miliar

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Pembangunan jembatan Cibayongbong yang menghubungkan antara Kecamatan Maniis dengan Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menuai tanya.

Pasalnya informasi pembangunan kontruksi jembatan yang menghubungkan dua Kecamatan itu, dalam pelaksanaan pekerjaannya terkesan ada yang ditutupi. Salah satunya yakni, tidak dicantumkannya waktu pelaksanaan dan kapan berakhirnya pekerjaan itu, sedangkan tahun sudah berganti memasuki tahun 2023.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dina Cahyadi saat hendak dikonfirmasi media beberapa kali di kantornya dan melalui pesan singkat WhatsApp terkesan menghindar.

“Saya sedang ada kegiatan diluar kang, dan dipanggil kepala dinas untuk menghadap bupati,” katanya, melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (05/01/2022).

Menyikapi hal tersebut Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP), Hikmat Ibnu Ariel mengatakan sikap kepala bidang pada dinas PUTR itu sangat disayangkan. Seharusnya saat ada media yang akan mengkonfirmasi soal kegiatan pembangunan jembatan Cibayongbong yang menghubungkan Kecamatan Maniis dengan Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta jangan dihindari.

“Padahal itu kan kesempatan baginya untuk menjelaskan pada media soal pekerja yang di pertanyakan,” ucap Ariel.

Pasalnya, dalam pelaksanaannya diduga ada penyusutan anggaran yang disinyalir akan berdampak pada kualitas material pada pembangunan jembatan tersebut.

“Dilihat dalam Pagu anggaran pembangunan jembatan itu Rp.15 milliar. Dan nilai HPS sekitar Rp.9.2 miliar, lalu tender tersebut dimenangkan CV Bagas Jaya sebesar Rp.8,9 miliar sumber dana APBD tahun 2022 sekian, saya rasa penyusutannya sangat besar sekali,” tanya Ariel.

Bacaan Lainnya

Kata Ariel bagaimana dengan kualitas material kontruksi yang dipakai, apakah sudah memenuhi standar?. Lalu, sejak kapan pembangunan itu dimulai, dalam papan proyeknya hanya dituangkan masa kalender kerja saja yang dicantumkan.

“Ini sudah berganti tahun, apakah proyek itu sudah melewati batas yang ditentukan?, pekerjaan ini tidak transparan,” ungkap Ariel.

Selain itu tambah Ariel PT Bagas Jaya ini tengah menangani pembangunan kantor Diskominfo Purwakarta dari tahun 2021 dengan nilai Rp.4.729.778.500 yang hingga kini belum juga rampung.

“Mestinya ULP dan instansi terkait punya daftar black list rekanan. Mana saja yang wanprestasi jangan dulu ditunjuk untuk kegiatan lainnya. Kenapa bisa meloloskan kembali pemenang dengan PT yang sama?. Sedangkan pekerjaan yang dulu saja dari tahun 2021 belum kunjung usai. Ini harus jadi perhatian APH,” kata Ariel.

Menutup Ariel mengatakan penawaran harga kurang lebih 60%, menurut kami ini tidak logis karena idealnya berkisar antara 90-80%. Atau mungkin dalam perencanaannya kurang akurat, bisa saja ada dugaan mark up terlalu tinggi.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait