MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pembangunan Jembatan Sungai Peniung di Kapuas Hulu terus berjalan lancar. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menargetkan jembatan ini selesai pada akhir tahun 2025.
“Jembatan ini sangat penting, karena menghubungkan beberapa desa terpencil di Kecamatan Kalis, seperti Desa Sebintang, Peniung, Lebangan, Segiam, Ribang Kadeng, Nanga Sarai hingga Nanga Raun,” papar Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, saat meninjau progres pembangunan Jembatan Sungai Peniung di Desa Ribang Kadeng, Kamis (23/10/2025).
Bang Sis panggilan akrab Bupati, mengatakan pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung di bulan Desember 2025 mendatang.
“Semoga pada momen Natal nanti, jembatan ini sudah bisa digunakan masyarakat, untuk saling mengunjungi ke desa yang satu ke desa yang lain,” tuturnya.
Bang Sis menjelaskan, pembangunan Jembatan Sungai Peniung dilakukan bertahap, mulai dari 2024 lalu dianggarkan Rp 1,8 Miliar, kemudian tahun 2025 ini dianggarkan sekitar Rp 8 Miliar.
“Pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap, karena keterbatasan anggaran daerah. Jadi totalnya kurang lebih Rp 10 Miliar,” terang Bang Sis.
Selain itu, dari dana yang ada, kata bang Sis, untuk oprit jembatan belum sampai pengerasan karena anggaran kurang.
“Semoga kedepan kita bisa melakukan peningkatkan secara bertahap baik untuk jembatan dan jalan ke Ribang Kadeng,” ujarnya.
Bang Sis berharap, dengan di bangun jembatan ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat pedalaman.
“Jembatan ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa-desa yang terhubung. Masyarakat pedalaman dapat lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan, pendidikan dan pasar,” tutur Bupati.
Sementara itu, saat mendampingi Bupati, Kades Ribang Kadeng, Victorina, menegaskan bahwa masyarakat di desanya sangat bersyukur atas pembangunan Jembatan Sungai Peniung, sebab jembatan tersebut adalah akses utama masyarakat Ribang Kadeng dan masyarakat beberapa desa sekitar.
“Jembatan ini akan membantu masyarakat melintas dan memudahkan masyarakat berusaha, mendapat akses pendidikan, kesehatan serta memenuhi stok sembako di desa,” tegasnya.
Menurut Kades, sudah puluhan tahun masyarakat di desanya mengharapkan pembangunan jembatan yang memadai di Sungai Peniung.
Ia menceritakan, sebelumnya untuk membawa masyarakat berobat atau melahirkan, harus digotong menyeberangi sungai.
“Kalau cerita melahirkan di jalan itu beberapa kali sudah terjadi karena akses jembatan tidak ada dan jalan belum memadai, kami berterimakasih atas perhatian Pemda Kapuas Hulu, terkhusus pada Bupati Fransiskus Diaan,” pungkasnya.














