Reporter : Edo
Sulawesi Barat, Mattanews.co – Proyek pembangunanan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Transfusi Darah RSUD Sulbar menggunakan anggaran sebesar Rp 14.000.000.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari APBD Sulawesi Barat (Sulbar), dipastikan rampung di penghujung tahun 2019 ini.
Dalam perjalanannya, pembangunan Labkesda dan Transfusi darah tersebut tak lepas dari sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat anti rasuah di Sulbar, yang di alamatkan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Labkesda dan Transfusi Darah Sulbar.
Ditemui di kantornya, Direktur RSUD Regional Sulbar Indahwati Nursyamsi mengatakan, bangunan tersebut dalam tahap pembangunan dan ada perpanjangan waktu sesuai prosedur untuk penyelesaian fisik.
Ditanya soal sorotan adanya dugaan penyimpangan dan dugaan Markup, Indahwati dengan tegas menjawab bahwa kalau pengerjaan tidak seperti yang diduga-duga selama ini.
“Memang diawal itu terjadi kasak kusuk, tapi kan tidak seperti itu, kita juga konsultasi dengan TP4D kejaksaan Sulawesi Selatan (Sulsel), karena waktu itu belum ada kejaksaan tinggi di Sulbar,” ujarnya, Selasa (31/12/2019).
“Itu kita konsultasi, jadi kita selalu datang kesana. Insya Allah azas manfaat tercapai dan tidak ada Markup. Kita juga berupaya sepenuhnya sesuai dengan aturan, karena kalau ada masalah kita pergi ke TP4D diskusikan dan diberi saran. Jadi itu hanya isu yang berkembang di luar sana,” ungkapnya.
Pembangunan Labkesda ini, berfungsi untuk kepentingan pelayanan ke masyarakat. Namun jika ada pihak-pihak yang tidak puas, mereka selalu terbuka dalam pengerjaan proyek ini.
“Jadi kalau ada pihak-pihak yang merasa tidak puas, sebaiknya konfirmasi dulu, karena isu itu bisa saja berkembang di luar, tapi belum tentu isu itu benar,” katanya.
Editor : Nefri














