Pembunuh Marsal Pakai Senpi Buatan Pabrik Amerika, Pelaku Resmi Jadi Tersangka

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PEMATANGSIANTAR – Kasus Pembunuhan oknum wartawan sekaligus pemilik salah satu media online di Sumut, Mara Salim Harahap alias Marsal Harahap (42) dengan cara ditembak oleh orang tak dikenal kini mendapatkan titik terang, bahkan senjata api yang digunakan pelaku menurut pihak kepolisian merupakan buatan dari pabrik Amerika, Kamis (24/06/2021)

Pasalnya, Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Panca Simanjuntak dalam Konferensi Pers menetapkan tersangka pembunuhan, hal tersebut berkat kerjasama yang baik dengan Pangdam I BB dan juga LPSK (Lembaga Perlindungan saksi dan Konsumen).

“Tersangka berinisial S (57) pemilik cafe dan bar Ferrari warga Jalan Seram, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar dan YFP (31) Humas Ferrari warga Jalan Melati, Perum Senayan Indah, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba,” ucap Kapoldasu di Polres Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Siantar Barat, Kamis, (24/06/2021).

Jenderal bintang dua tersebut menjelaskan bahwa Tim Khusus yang dibentuknya sebelumnya telah memeriksa 57 saksi.

“Hasil penyelidikan telah memeriksa 57 orang saksi di TKP dari sekitar tempat kerja dan tempat diduga terjadinya tindak pidana, 2 orang saksi di sekitar rumah korban, dari tempat kerja korban sebanyak 3 orang, 8 orang dari warung tuak, sekitar hotel Siantar 15 orang dan dari TKP 23 orang, dari Ferrari bar n resto sebanyak 5 orang,” jelas Kapolda.

Motif pelaku didasari adanya timbul rasa sakit hati kepada korban, dikarenakan selalu memberitakan maraknya peredaran narkotika di tempat usaha “S” juga meminta jatah sebesar 12 juta/bulan dan 2 butir inex/hari dengan harga 200 ribu/butir.

Alhasil, S memerintahkan YFP bersama dengan A sebelumnya diketahui oknum TNI, untuk memberikan pelajaran ke korban dan harus ditembak.

Untuk melakukan penembakan terhadap korban, S memberikan uang sebanyak dua kali kepada A yakni Rp15 juta dan Rp 10 juta untuk membeli senjata api.

Selanjutnya, ditindaklanjuti YFP dan A dengan cara meminjam sepeda motor teman mereka dan memantau keberadaan korban dengan mendatangi rumahnya di Dusun VII, Desa Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Ternyata, korban saat itu sedang minum di satu kedai tuak di Pematangsiantar. Usai minum tuak, korban akhirnya pulang ke rumahnya.

Di jalan menuju ke rumahnya, YFP dan A berpapasan dengan mobil yang dikemudikan korban. Kemudian, YFP dan A berbalik arah dan mengejar mobil korban. Saat berpapasan dengan mobil korban, A melepaskan tembakan dan mengenai paha sebelah kiri korban.

Menurut Kapoldasu, senjata api yang digunakan menembak korban, merupakan senjata api buatan Amerika Serikat dan tembakan itu mengenai tulang paha korban. Akibatnya, tulang paha korban patah dan peluru pecah tiga di dalam paha. Selain itu, peluru melukai pembuluh darah korban, hingga mengakibatkan pendarahan. Akhirnya korban meninggal akibat kehabisan darah.

Akibat dari perbuatannya tersebut pelaku yang melakukan dan menyuruh dijerat dengan pasal 340 sub 338 terkait pembunuhan secara berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Dengan barang bukti 1 unit mobil korban Datsun Go 1921, parang, kwitansi dari Ferrari bar, sepatu, kemeja ikat pinggang, soft gun hitam, 1 senpi jenis pistol buatan pabrik Amerika 6 butir peluru kaliber 9mm. Honda Vario yang digunakan pelaku untuk menembak korban.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait