Pemerhati Lingkungan Serukan Boikot Produk PT Greenfields

  • Whatsapp
Pemerhati lingkungan di Kabupaten Blitar Jatim, menyerukan agar memboikot PT Greenfields dan produknya (Robby / Mattanews.co)
Pemerhati lingkungan di Kabupaten Blitar Jatim, menyerukan agar memboikot PT Greenfields dan produknya (Robby / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, BLITAR – Pemerhati lingkungan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar Jawa Timur (Jatim), agar menyerukan boikot produk PT Greenfields.

Perusahaan produksi susu tersebut, ditengarai telah mengotori lingkungan, karena tidak mengolah limbah kotoran sapi yang mereka buang ke sungai.
Ketua Pembina Yayasan Peduli Air dan Lingkungan Lestari Anna Luthfie mengatakan, pemboikotan produk PT Greenfields, dinilai bisa memberikan efek kepada perusahaan asing tersebut, agar tidak lagi mencemari lingkungan.

Bacaan Lainnya

PT Greenfields diduga melakukan dua pelanggaran sekaligus, dalam berinvestasi di Kabupaten Blitar Jatim.

Pria yang akrab disapa Al ini menjelaskan, dua pelanggaran ini yakni, melanggar Pasal 23 Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain itu PT Greenfields juga dinilai telah melanggar Pasal 77 UU Nomor 11 tahun 2020, tentang  Omnibus Law.

“PT Greenfields telah melakukan pelanggaran berat, tentu kita meminta kepada kepala daerah untuk melakukan tindakan secepat-cepatnya,” ucapnya, Senin (12/7/2021).

Pria berkacamata ini menegaskan, kepala daerah harus mengambil langkah hukum. Karena PT Greenfields sudah mencemari sumber air bersih, yang menjadi sumber kehidupan bagi beberapa desa di bawah pusat peternakan PT Greenfields Farm 2 di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi.

“Air merupakan sumber kehidupan, jadi ini persoalan yang kalau saya bilang persoalan lebih serius daripada persoalan demokrasi. Kalau ini dibiarkan kita tidak punya masa depan,” ungkapnya.

Tidak hanya kepala daerah, dia juga mengajak warga Kabupaten Blitar, untuk memboikot produk Greenfields. Produk Greenfields ada berbagai macam, seperti susu segar, berbagai susu dengan rasa, yogurt, bahkan keju.

Sementara itu, Koordinator Komunitas pecinta lingkungan lainnya, yakni Paguyuban Balitara Nusantara meminta untuk investasi ini dihentikan.

Donius Indradi, koordinator Balitara menuturkan, dampak yang ditimbulkan oleh Greenfields merusak lingkungan.

Ia meminta adanya evaluasi dari investasi asing ini. Ia mengajak pada pemerintah daerah, legislative, dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama mencari jalan terbaik untuk warga terdampak.

“Sayang sekali jika air dari Blitar utara yang kandungan mineralnya sama dengan air kemasan justru rusak, akibat pencemaran lingkungan oleh perusahaan yang kontribusinya tidak maksimal untuk Kabupaten Blitar,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait